suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Intiland 'Dibodohi' Lurah Lontar

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Tanah milik Tihantoro, warga Dukuh Kuwukan Lontar, RT. 02, RW, 06 Kel. Lontar, Kec. Lakarsantri Surabaya sekitar 4.680 M2 diserobot PT. Intiland. Bahkan hampir setengahnya sudah dipagari beton cor oleh PT yang berkantor di depan TVRI Surabaya

SURABAYA (suara-publik.com)-  Diduga, Lurah Lontar, Drs. Harun Ismail, MM, telah membodohi Intiland dengan cara menyetujui pembelian tanah yang dimaksud dari Sema’in, cucu pemilik tanah. Diduga jual beli antara Intiland dan Sema’in terjadi sekitar 30 Januari 2002. Padahal tanah tersebut dibeli Tihantoro sejak 1997, langsung dari Tawi (kini almarhum) yang tak lain adalah kakek Sema’in.  Bahkan Tihantoro pernah diperiksa penyidik Polsek Lakarsantri atas tuduhan penipuan, sesuai pasal 378 KUHP. Namun Tihantoro segera dilepas penyidik, karena dianggap memiliki bukti yang kuat.

Sumber kepada suara-publik.com (Suara Publik Grup) menceritakan, sebenarnya Tihantoro sudah membeli tanah tersebut dari Tawi sejak 1976. Namun karena dirasa belum kuat, akhirnya pada 1997 dibuatlah akta jual beli di hadapan notaris, G. Mochtar Rudy yang berkantor di Taman Sepanjang.

“Kasus ini kembali mencuat pada 21 Desember 2011 lalu, di mana Tihantoro dan wakil dari Intiland dipanggil oleh Lurah Lontar, sesuai dengan surat panggilan resmi dari Kelurahan Lontar,” papar sumber. Masih sumber, “Masing-masing pihak dalam surat tersebut diminta agar membawa bukti kepemilikan. Anehnya, hanya Tihantoro yang membwa bukti kepemilikan, sebaliknya pihak Intiland tidak menunjukkan sama sekali kepada Lurah Harun,” ucap sumber.

Menurut sumber, Tihantoro sebenarnya bisa saja melaporkan Intiland dan Lurah Harun atas dugaan konspirasi penyerobotan tanah miliknya. “Namun itu tidak akan terjadi, jika ada itikad baik dari Lurah, maupun Intiland,” tutur sumber. Karena apa, lanjut sumber, Lurah Harun diduga telah mengklaim bahwa tanah persil 989, milik Tawi dibalikkan asal kepada persil 436 yang bukan milik Tawi. "Dan saya yakin Intiland tidak segampang itu untuk dibodohi Harun. Ya, mungkin ini memang diduga ada konspirasi jahat," pungkas sumber.

Pada hari yang sama, Lurah Harun saat dikonfirmasi suara-publik.com hanya menjawab singkat. “Nanti setelah rapat final, kami barui bisa menentukan,” ketusnya. Beberapa saat kemudian, Tim suara-publik.com juga gagal mengkonfirmasi Intiland. “Pimpinan sedang tidak ada di tempat,” ujar seorang staf. Terkahir kali, Kamis (5/1/2012) pukul 15.00 WIB staf yang sama juga malah mengaku pimpinannya sedang cuti ke luar negeri. (isk,ono) foto: Tanah Tihantoro yang sebagaian sudah dipagar beton cor

 

Editor :