suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Trantib Sawahan Gelar Operasi Yustisi 34 Orang Terjaring

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Kasi. Trantib Sawahan beserta jajarannya mulai menunjukan taring terhadap para penghuni kost-kost an yang bandel. Beberapa pasangang kumpul kebo diamankan dan diberi pengarahan. Diantara nya ada yang bekerja di MGM(Meteor) dan Amor Masegge.

Surabaya, Suara-Publik.com. Tidak salah bila Surabaya dikatakan sebagai Sorga bagi penganut seks bebas, selain kawasan Dolly. Kita kearah utara, kawasan Girilaya Banyu Urip dan Kupang Krajan. Ternyata juga banyak pasangan kumpul kebo yang bebas menyalurkan hasrat seksnya di kost-kost an. Walau pihak Trantip Kecamatan sering melakukan razia yustisi KTP, namun para penganut seks bebas terkesan bandel. Sehingga perlu adanya pembinaan dari semua elemen masyarakat.

Rony Kasi Trantip Kecamatan Sawahan bersama jajarannya  saat melakukan operasi yutisi di 4 RT wilayah RW III Kupang Krajan, mendapati 5 pasangan kumpul kebo. Oleh anggota Satpol PP Wahid bawahan Rony mereka diberi pembinaan dan membuat surat pernyataan untuk segera mengurus prosedur pernikahan sesuai aturan yang berlaku. Selain pasangan kumpul kebo tersebut, pihak trantip Sawahan juga menggelandang 24 warga kost-kost an yang tidak memiliki KTP Surabaya. Kesemuanya di bawah ke Balai Gotong Royong Kupang Krajan tengah Surabaya. Pada kegiatan operasi yustisi kali ini, hadir pula Binmaspol dan Sekretaris Kelurahan Kupang Krajan.

Dalam sambutannya Rony mengingatkan para pendatang yang terjaring saat ini untuk segera tertib administrasi kependudukan. Sebab dengan adanya otonomi daerah saat ini, perlu sekali tertib administrasi kependudukan. Bila yang tertangkap disini pindah ke wilayah lain, pasti akan terjaring yustisi lain di Kecamatan lain. Sedang untuk para peselingkuh alias kumpul kebo diharap segera mengurus surat nikah sesuai aturan Undang Undang pernikahan. “jangan sampai warga itu marah terus menggerebek dengan aturan kampong setempat. Pasti kalian akan lebih malu disbanding yustisi kali ini” papar Rony pada mereka yang terjaring yustisi.

SM. Sabar Ketua RW III pada sambutannya mengatakan, untung kalian ini tertangkap saat operasi yustisi. Kalau tertangkap warga pas kalian kelonan disiang hari seperti tadi, pasti akan dikarak keliling kampong dan diadili dibalai RW oleh warga. Untuk itu perlu nya para penghuni kost maupun pemilik kost untuk mematuhi aturan main yang telah di buat oleh pihak Kecamatan, tutur Sabar mengawali pidatonya.

Lebih lanjut Sabar dengan ber api-api meminta para pendatang itu untuk tertib pada aturan kampong. Kalau bertamu harus di ruang tamu dengan penerangan terang dan terlihat oleh warga lainnya. Bila masih bandel nanti akan saya kerah warga untuk menggerebek. Begitu juga bagi pemilik kost-kost an, harus tertib pada aturan yang dibuat pak Camat. Bila tidak pihak RW akan melakukan pelarangan usaha kost-kost an. Sebab saya tahu usaha kost-kost an disini banyak yang tidak memiliki ijin, jangan sampai bangunan itu dibongkar karena tidak ada Ijin Mendirikan Bangunan(IMB) nya, lanjut Sabar, didampingi Kusworo Sekretaris dan Jamdaris Wakil Ketua RW dengan nada jengkel.

Sementara itu Kusworo Sekretaris  dari Komisi Penaggulangan Aids Sawahan saat dimintai tanggapan terkait warga yang kumpul kebo menyatakan, kalau peringatan demi peringatan tidak diindahkan. Maka dengan sangat terpaksa warga harus mengusirnya, sebab penyakit HIV Aids bukan hanya PSK penyebabnya. Pasangan kumpul kebo, bila salah satunya suka ganti-ganti pasangan juga penymbang tersebarnya HIV Aids di wilayah Kecamatan Sawahan ini. Namun warga harus tetap kordinasi dengan pihak Kepolisian agar tidak terjadi anarkisme warga.

Masih Kusworo, Ketua RT RW bisa menyatakan keberatan pada pihak pengelola. Bila tidak diindahkan laporkan saja sama Pemkot. Kalau semua prosedur sudah dilalui dan tidak ada tindakan dari Pemkot. Ketua RT RW harus mengerahkan warga untuk menutup usaha kost-kost an yang melanggar. Jangan sampai Surabaya yang terkenal sebagai kota Pahlawan ini dijadikan Sorga bagi penganut seks bebas, jelasnya.(*)

 

Editor :