Lamongan, Suara-Publik.com - Kebijakan mengunakan tiket kereta secara online banyak mendapat kecaman dari para penguna jasa layanan transportasi kereta api.terlebih lagi dengan diterapkanya sistim online justru membuka peluang calo untuk mengeruk keuntungan diatas penderitaan para penumpang .
Seperti yang terlihat di stasiun Babat para penumpang banyak yang mengeluh disaat mereka mau pesan tiket untuk empat hari keberangkatan mereka harus kecewa karna tiket sudah habis terjual. Namun yang menjadi kejengkelan para calon penumpang adalah arogansi calo yang tak ditindk oleh aparat yang berwenang I Stasiun. Bagaimana tidak jengkel, calon penumpang antri berjubel untuk membeli tiket. Namun para calo dengan lagak petentang penteteng menawarkan tiket dengan harga selangit.
Keberadaan para calo yang ada distasiun seakan dilegalkan oleh pihak Kepala Stasiun sendiri. Hal itu terbukti dari keberadaan mereka sudah ada bertahun tahun menjadi calo, diduga ada konspirasi dengan oknum stasiun Babat. Hal ini di ungkapkan oleh salah satu warga Siman Sekaran Jaelani 'mustahil kepala stasiun tidak tahu , dan sepertinya stasiun Babat sudah dikuasai calo. Bayangkan harga tiket Rp 41000 untuk tujuan jakarta di jual RP110000 ini kan gila? dan parahnya pemesanan tiket seminggu sebelum keberangkatan sudah habis, tolong dong kepala stasiun bertindak tegas terhadap anak buahnya untuk memberantas calo di Stasiun Babat 'ujar jaelani
Hal senada di ungkapkan oleh Sukadi penumpang dari stasiun Surabaya mengatakan "wah benar benar payah kereta api sekarang ini dengan metode online justru amburadul. Coba bayangkan sebelum kereta berangkat para penumpang disuruh duduk digerbong kereta yang mau berangkat ke Jakarta, setelah mereka menunggu datang oknum meminta dana senilai Rp 20000. Setelah bayar mereka mendappatkan kupon antri ,dan selanjutnya mereka membeli dan baru mendapatkan tiket, coba bayangkan kursi dijual bukan rahasia umum lagi ?
ketika di konfirmasi kekepala stasiun yang bersangkutan tidak ada di tempat dan menurut kabar dari staf stasiun yang tak mau disebutkan namanya mengatakan"kita menjual tiket sesuai prosedur dan tuggu jatah dari Surabaya, bila masih memungkin kan dan masih ada yang kosong baru kita jual. Untuk para calo itu tiket bukan dari stasiun Babat tapi dari Stasiun Bourno Bojonegoro ujar sumber berita(a.santoso)
,
Editor : Pak RW