Depok, (suara-publik.com) – beberapa kalangan masyarakat dan LSM di Kota Depok menyoroti dengan adanya proyek pengadaan dan pemasangan papan running text yang menggunakan uang rakyat bersumber dari APBD Kota Depok Tahun 2011 sebesar Rp. 3,2 Miliyar.
Dikatakan Yohanes Bunga Koordinator LSM Komunitas Pemantau Peradilan Kota Depok (KPPKD) mengatakan bahwa proyek itu hanya pemborosan dan tidak bermanfaat bagi masyarakat Depok ujarnya kepada suara – public.com tadi siang di Kejaksaan Negeri Jalan Boulevard
Ironinya, kata yohannes, ketika Pemkot Depok tahun 2011 ingin berhutang dengan alasan kekurangan anggaran, justru Diskominfo malah melakukan pemborosan. Kalo hanya untuk proyek kepentingan pribadi memang bermanfaat bagi yang menikmati,” pungkasnya
Ia menilai bahwa angaran itu mendingan di alihkan ke keluarga pra sejahtera saja yang banyak ditemukan di seputar kota Depok, yakni ditemukan ada sekitar 300 kepala keluarga pra sejahtera di bantaran kali dikelurahan Kali Baru ktandasnya..
Selain itu kata Yohannes, Papan running text miliyaran rupiah itu juga telah menyakiti hati masyarakat depok, sementara masih banyak masyarakat yang membutuhkan dana untuk kesehatan, serta banyak yang kurang gizi seperti anak-anak jalanan yang ada di sekitar kota Depok khususnya di Jalan Margonda,”
Yohannes juga katakan, proyek Diskominfo sebelumnya tentang radio Pemkot Depok hingga kini tidak terdengar frekuensinya, padahal telah dianggarkan untuk pembuatan radio tersebut, namun entah bagaimana kelanjutannya program itu hingga kini tidak jelas juntrungannya.
Dalam pantauan wartawan, pemasangan papan running text itu dilakukan tahun 2011, berada yakni di tiga titik yaitu Margonda, Cibubur dan Jalan Raya Bogor. ( Benny Gerungan)
Editor : Pak RW