suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Masukin Miss V Gadis Berumur 7 Tahun Dengan Jari, Suradi Ditahan Polisi.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Ilustrasi (ist).
Foto: Ilustrasi (ist).

Laporan Redaksi.

Surabaya, Suara Publik Group - Sungguh malang nasib Saifudin Zuhri 35 tahun, warga Kupang Krajan Lor 2 RT 09 RW 03 Kelurahan Kupang Krajan Kecamatan Sawahan kota Surabaya. Putri semata wayangnya, sebut saja Bunga 7 tahun duduk di kelas 1 SD menjadi korban pelecehan seksual oleh Suradi 59 tahun tukang becak tetangganya sendiri.

Saifudin yang kesehariannya bekerja sebagai tukang sampah di kampung Surabayan Kedungdoro Surabaya pada Suara Publik mengatakan, anak saya jadi korban pelecehan seksual oleh Mbah Di(Suradi-red) Selasa pukul 16.00 16 Oktober 2018 sore kemarin. Saat itu istri saya didepan rumah, datang Mbah Di pura-pura mencari burungnya yang lepas dari sangkar. Lalu dia bertanya pada istri saya, suamimu ada ta? Dijawab istri, suamiku lagi kerja, papar Saifudin mengawali keluh kesah nya.

Masih Saifudin, saat istri mainan HP, Mbah Di nyelonong masuk rumah tanpa sepengetahuan istri saya. Setelah selesai bermain HP dan waktunya memandikan sang buah hati, istri kaget melihat Mbah Di berada diatasnya ranjang bersama dengan anak saya. Anak saya terlihat tertekan dan ketakutan bersama Mbah Di. Oleh istri Bunga diajak mandi, tanpa diduga Mbah Di mengikuti, sehingga Bunga menjerit ketakutan diikuti tetangga saya tersebut.

Ibu korban, sebut saja Mawar menambahkan, melihat Mbah Di ikut ke kamar mandi, Bunga berteriak ketakutan sambil menutup dan mengunci kamar mandi. Mbah Di sempat bilang kenapa takut dan malu, wong kamu masih kecil aja, urai Mawar pada Suara Publik.

Lanjut Mawar, akhirnya Mbah Di keluar dan Bunga membuka pintu kamar mandi. Sebagai ibu saya langsung berpikir pasti ada sesuatu pada anak saya. Benar saja, dengan menangis Bunga menceritakan kalau dirinya habis digerayangi paksa oleh Mbah Di. Tangan nya dimasukan disini (sambil menunjuk ke kemaluannya) sambil diulik ulik, kata Mawar menirukan anaknya.

Sontak saja warga gempar dan marah mendengar ada kejadian tersebut. Jumanto Ketua RT nya saat itu berada diluar kota dihubungi, Jumanto pun segera menyelesaikan urusan dan segera pulang. Setelah sampai malam harinya, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dikumpulkan agar tidak terjadi amuk massa. Ketua RW 03 segera dihadirkan agar suasana bisa dikendalikan.

Pukul 00.45 Rabu dini hari Kusworo Ketua RW setempat datang bersama Toni mantan anggota DPRD ke Pos RT 09 untuk mendengar kronologi kejadiannya. Tak lama disitu, datanglah pelaku dengan membawa becak. Pelaku terlihat sudah salah tingkah dan menyatakan maaf bila ada kelakuannya tidak benar.

Berhubung orang tua korban tidak ingin ramai dan repot karena merasa tidak punya uang untuk mondar mandir ke Kepolisian. Ketua RW pun bingung untuk menyelesaikan masalah ini, sehingga Kusworo meredam warga yang saat itu geram ingin menghakimi pelaku. Setelah memberi arahan pada warga, Kusworo menghubungi Bhabinkamtimas untuk kordinasi menyelesaikan masalah.

"Setelah kordinasi dengan Bhabinkamtibmas dini hari, malamnya kami bahas bersama pak Lurah serta Babinsa di Kelurahan. Saat itu juga saya menghubungi Kanit PPA Polrestabes Surabaya, untuk kordinasi langkah terbaik mengatasi masalah ini" urai Kusworo. Saat rapat, pak Lurah geram dan menganjurkan kasus ini harus lanjut tanpa ada maaf bagi penjahat perusak anak, karena ini Atensi dari Bu Risma, tambahnya.

Setelah rapat pimpinan Kelurahan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa meluncur ke TKP untuk mengamankan pelaku untuk diserahkan ke PPA Polrestabes Surabaya, tutup Kusworo.

 

 

 

Editor :