Laporan Redaksi.
BONDOWOSO, (suara-publik.com) - Gerak jalan tradisional Gerbong Maut Maesan Bondowoso (Mabon) tahun 2018 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga diikuti oleh ribuan peserta.
Selain bertujuan untuk wisata, kegiatan rutin setiap tahun ini untuk mengenang tragedi bersejarah gerbong maut ini, di lepas oleh wakil Bupati Bondowoso H.Irwan Bahtiar Rahmat SE .MSi.
Wakil Bupati Bondowoso mengatakan, kegiatan lomba gerak jalan tradisional gerbong maut ini di laksanakan setiap tahun untuk mengenang kembali peristiwa memilukan yang terjadi pada tanggal 23 November 1947 Silam. Sebuah tragedi yang menyedihkan, akibat kekejaman Belanda terhadap bangsa Indonesia, termasuk para pejuang Bondowoso, yang di tangkap dan ditahan, kemudian dibawa Wonokromo - Surabaya yang menggunakan Gerbong Kereta api yang pengap dan tertutup rapat.
“Karena gerbong itu tidak ada ventilasi, dan tidak lobang angin, maka para penumpang dalam gerbong itu tidak bisa bernafas hingga menyebabkan kematian,”kata Wabup Irwan. Sabtu, (24/11/2018).
Selain itu, Wabup menyarankan kepada para peserta Mabon agar selalu senantiasa menjaga diri dan kekompakan masing-masing, menjaga ketertiban di jalan, menjaga keamanan serta harus menunjukkan semangat kepahlawanan dan kedisiplinan.
“Seperti yang di contohkan oleh pahlawan yang telah gugur mendahului kita,"imbuhnya. Acara gerak jalan Mabon tersebut juga di ikuti oleh Wabup H.Irwan, ketua DPRD H.Tohari, Forkopimda, Plt Setda, para Asisten, staf ahli dan ribuan peserta Mabon.(han).
Editor : Redaksi