|
Jakarta, Suara-Publik.com –
maraknya demo penolakan kenaikan BBM di berbagai daerah terlihat
serentak. Kisruh disana sini mulai terlihat, aparatpun mulai gatal
tangannya sehingga tak sedikit demonstran yang terluka. Bahkan yang paling
menyedihkan, kalangan Journalis juga terkena imbasnya. Seorang kamerawan
salah satu TV swasta di perlakukan kasar oleh Brimob. Bukan hanya
Polri yang di turunkan oleh pemerintah untuk menghadapi para
pengunjuk rasa. TNI juga terlihat banyak berada di lapangan untuk
menghalau para demonstran yang anarki.
Lili Chadidjah Wahid
anggota komisi 1 DPR RI saat dimintai komentarnya tentang penurunan
TNI untuk turut serta menjaga dan untuk mengantisipasi terjadi aksi
demo besar-besaran,"bahwa dengan adanya penurunan TNI yang
dihadapakan langsung dengan masyarakat adalah merupakan pelanggaran
UU TNI. Meskipun ada klausul permintaan dari Polri, karena mereka
dibayar oleh rakyat untuk menjaga keamanan dari ancaman luar dan
kondisi pada hari ini (27/3) belum membahayakan bagi para
penguasa,"ungkap Lili anggota komisi 1 DPR RI saat dihubungi
lewat telpon genggamnya.
Hal senada diungkapkan
oleh Cahyo Kumolo anngota komisi I Farksi PDI Perjuangan, bahwa
penugasan TNI untuk menjaga dan dihadapkan dengan masyarakat itu
belum saatnya, Tolong disampaikan ini kepada pemerintah, jangan
hadapkan TNI dengan rakyat. Cahyo kumolo menganggap bahwa TNI kejalan
dan ditempatkan djalan-jalan protokol dan turut menjaga SPBU adalah
merupakan kesalahan besar dan suatau keputusan yang sangat
ceroboh,"ujar Cahyo Sekjen PDI Perjuangan dalam rapat paripurna
ke 21 Selasa (27/3/2012).
|
|
|
|
|
Pada tanggal 27 Maret kemarin memang
banyak pendemo dari kalangan PDIP dikuti kaum buruh mahasiswa dan kaum
pergerakan. Demo tolak kenaikan BBM digelar di Depan Istana bersama kaum buruh
di pimpin oleh Rieke Diah Pitaloka anggota komisi IX DPR RI. Sementara di
Surabaya Bambang DH Wakil Walikota(dulu Walikota) Surabaya. Dengan lantang Bambang
menantan Mendagri, bila dirinya nanti dipecat ada aturannya Kepala Daerah tidak
boleh turun ke jalan.
Kusnan Ketua Paguyuban Arek Surabaya
bersama beberapa elemen bangsa membentukm wadah, Arek Surabaya Menggugat. Tak kalah
garangnya Kusnan mengajak anggotanya untuk tetap turun kejalan sampai tujuannya
berhasil. Untuk menghindari persangka buruk sebagai pengikut PDIP, maka Kusnan
meminta anggotanya tidak menggunakan atribut apapun kecuali bendera Merah Putih
saat turun lagi hari ini 29 Maret 2012. Berkumpul di Siola terus melakukan long
marc menuju Grahadi Surabaya.(hest-Kus)
Editor :
Pak RW