MOJOKERTO (suara-publik.com)-Lilis Mintowati dan Ainul Yaqin “digerebek” Satpol PP pada Selasa (6/3/2012) pukul 11.00-12.00 WIB di hotel kawasan Trawas. Ibu Guru SDN Pekukuhan, Kecamatan Mojosari itu (Lilis) tidak hanya “berselingkuh” dengan Pak Guru SDN Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto (Ainul), tetapi disinyalir pernah juga pernah “berodong-odong” dengan oknum Guru SDN Ngrowo, Kecamatan Bangsal di hotel wilayah Pacet. Artinya, dalam bulan Maret ini, Lilis “bermesum” Dua kali. Ironisnya, kejadian ini terkesan dirahasiakan. Ada apa?
Menurut sumber, Sabtu (17/3/2012) sekitar pukul 11.00-12.00 WIB, Petugas Satpol PP menggerebek Dua kali 2 oknum guru bermaksiat di hotel Pacet. “Tetapi saya tidak mengetahui nama hotelnya. Oknum guru Perempuan bertugas di SDN wilayah Kecamatan Mojosari, dan oknum guru yang laki–laki bertugas di SDN wilayah Kecamatan Bangsal,” aku sumber, Minggu (18/03/2012) sekitar pukul 11.30 WIB.
Sumber lain di Mojosari mengatakan, oknum guru yang berselingkuh itu mengajar di SDN Pekukuhan, namanya Lilis Mintowati. Dia (Lilis) berselingkuh dengan oknum Guru SDN di wilayah Bangsal dan ditangkap Satpol PP di hotel Trawas, bukan di Pacet. Tetapi saya tidak mengetahui namanya,” papar sumber, Senin (19/03/20012) sekitar pukul 15.00 WIB.
Terpisah, sumber lain di Bangsal mengatakan via ponselnya, “Hari ini di SDN Pacing ada rumor yang membicarakan “perselingkuhan” Ainul dengan oknum Guru SDN Pekukuhan. Sekarang banyak masyarakat Pacing dan guru yang membicarakannya rumor itu,” akunya, Sabtu (24/03/2012) sekitar pukul 10.00 WIB. “Memang saya dengar Bu Lilis pada 6 maret 2012 telah ditangkap “Petugas Satpol PP” di hotel wilayah Trawas, akibat “berselingkuh” dengan oknum Guru musiknya. Tapi anehnya, setelah kejadian itu saya dengar pada 17 maret 2012, Bu Lilis kembali ditangkap “Petugas Satpol PP” lagi, akibat “berselingkuh” dengan oknum Guru SDN Ngrowo, Kecamatan Bangsal, di hotel wilayah Pacet. Dan warga di sini hampir semua sudah mendengar kabar tersebut. Sekarang sudah ramai dibicarakan masyarakat Dusun Mojogeneng,” sambung sumber di Dusun Mojogeneng, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, pada Senin (26/03/2012)sekitar pukul 18.00 WIB.
Ainul, Guru SDN Pacing III saat dikonfirmasi Suara Publik di rumahya membantah. “Demi Allah saya tidak pernah melakukan perselingkuan dengan Bu Lilis. Apabila kalau aya melakukan perselingkuan dengan Bu Lilis, hari ini saya berani mati, tidak selamat,” elak Ainul. Masih Anul, “Sekali lagi, buat apa saya berselingkuh dengan Bu Lilis, wong orangnya cuma seperti itu. Jadi, kalau ada isu seperti itu, namanya fitnah. Itu cuma mengkambing hitamkan saya,” katanya. Ditambahkan pula, “Dan saya akui kalau saya memang Guru Musiknya Bu Lilis, namun saya sebatas menjadi Guru Musik, selebihnya tidak ada sama sekali. Selain itu, perlu diketahui, bahwa saya mengajari main musik itu, bukan hanya Bu Lilis saja, tapi ada suaminya, dan anaknya yang saya ajari musik. Dan setiap pertemuan dalam mengajari musik itu, saya cuma dibayar Rp.75 ribu/bulan. Jadi kalau dibulatkan 1 bulan, saya cuma menerima bayaran Rp.300 ribu, tapi karena bayaran saya dalam mengajari musik itu lama tidak diberikan, saya berhenti mengajarinya main musik sampai sekarang, dan sampai ada masalah seperti ini,” terang Ainul.
Dengan adanya isu itu, kata Ainul, ia merasa 'dicokot'/dilibatkan, dan dikambing hitamkan seperti ini. “Saya tidak terima kepada Bu Lilis, apalagi sampai nanti nama baik saya dikabarkan di koran melakukan perselingkuan dengan Bu Lilis, malah akan saya gugat, sesuai dengan surat pernyataan yang dibuat oleh Bu Lilis pada tanggal 26 maret 2012, karena di dalam surat pernyataan itu, dia (Bu Lilis) siap atau bersedia digugat/didenda,” kata Ainul.
Lilis belum bisa memberikan
keterangan ketika hendak dikonfirmasi suara-publik.com (Suara Publik
Grup). “Iya pak, maaf saya masih di sekolahan, nanti aja jam 15.00
WIB di rumah saya,” ujar Lilis ( twi) foto: SDN Pekukuhan.
Editor : Pak RW