Jakarta - Bank DKI memiliki komitmen untuk turut mendukung
optimalisasi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan berkelanjutan,
melalui sejumlah program peningkatan kinerja dan pengembangan produk serta
pelayanan perbankan, demikian disampaikan Eko Budiwiyono, Direktur Utama Bank
DKI disela-sela Bank DKI halfday bertempat di hotel Pullman, Jakarta. Seminar
yang digagas oleh Bank DKI bekerjasama dengan ISEI yang mengambil tema Pengembangan
Ekonomi Kawasan untuk optimalisasi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas
dan berkelanjutan di Jakarta (04/03).
Dalam seminar tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh penting dan
pemerintahan DKI Jakarta diantaranya, Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia,
Halim Alamsyah, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Fauzi Bowo, Gubernur DKI
Jakarta, Susanto Soehodo Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Industri,
Perdagangan dan Transportasi, Hasan Basri Saleh Asisten Perekonomian dan
Adminitrasi Sekda Provinsi DKI Jakarta, M. Jehansyah Siregar Praktisi perumahan
dan tata kota Institut Teknologi Bandung. Seminar itu dilaksanakan dalam
rangkaian peringatan HUT ke 51 Bank DKI.
Seminar tersebut memaparkan upaya-upaya integrasi kebijakan dan sumber daya ekonomi
wilayah jakarta & greater area, mengingat dinamika pertumbuhan ekonomi di
DKI Jakarta berkembang pesat, seiring makin terpadunya peran DKI Jakarta
sebagai pusat pemerintahan, pusat perekonomian, sosial serta dimensi dari
keragamannya. Perkembangan multi dimensi di DKI Jakarta juga tak luput dari
sokongan kota-kota disekitarnya yang juga telah mapan perekonomiannya,
diantaranya Bekasi, Tangerang, Bogor dan Depok.
Eko Budiwiyono, Direktur Utama Bank DKI memaparkan sejumlah upaya-upaya yang
telah dilakukan dalam pengembangan ekonomi kawasan tersebut, dengan konsisten
telah memberikan kontribusi dividen dalam bentuk penerimaan pendapatan asli
daerah sebesar Rp150 miliar pada tahun 2011 kemarin. Bank DKI juga terus
aktif meningkatkan peran intermediasi perbankan, dengan penyaluran kredit pada
tahun 2011 meningkat 27,47�ri Rp 8,538 triliun pada tahun 2010 menjadi
Rp10,884 triliun pada tahun 2011.(Hest/Amin)
Editor : Pak RW