suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Rakerda IOF Pengda Jatim, Asah Kemampuan Masing-Masing Bidang.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto Atas: AKBP Sumardji SH Ketua Pengda IOF Jatim. Bawah: Jajaran Pengurus Pengda IOF Jatim dan 4 Pengurus Pengcab IOF di Jawa Timur
Foto Atas: AKBP Sumardji SH Ketua Pengda IOF Jatim. Bawah: Jajaran Pengurus Pengda IOF Jatim dan 4 Pengurus Pengcab IOF di Jawa Timur

Laporan Iwan Dayat.

Surabaya Suara Publik - Rakerda (Rapat Kerja Daerah) IOF (Indonesia Off - Road Federation) Pengda (Pengurus Daerah) Jawa Timur 2019 yang dihelat di Hotel Singgasana Kota Surabaya merupakan ajang asah kemampuan menyusun program kerja jangka pendek dan jangka panjang yang dipaparkan oleh 6 bidang organisasi ini pada hari Minggu, (31/3/19).

AKBP H. Sumardji, SH selaku ketua Pengda IOF Jatim mengatakan dengan tag line slogan " Pokoe Luwih maju" organisasi yang dipimpinya akan berkembang dan bisa menggandeng semua pecinta olahraga off road baik roda empat maupun roda dua (motor).

Hal senada juga diungkap oleh ketua panitia Andrianus Somalinggi yang menjabat sebagai ketua harian IOF Pengda Jatim menekankan diperlukan kerjasama yang baik antar bidang - bidang dengan program kerjanya yang didukung juga oleh pengurus cabang (Pengcab) IOF guna melaksanakan program kerja yang telah direncanakan.

" Kedepan Off Road bukan hanya milik kalangan tertentu tapi akan selalu berada di masyarakat baik sebagai sarana olahraga, Sar, dan CSR dengan beragam kegiatan yang telah direncanakan dan dimatangkan dalam Rakerda ini," Tukas AKBP Sumardji SH.

Sejauh ini IOF Pengda Jatim memiliki 4 Pengcab (Pengurus cabang) yakni Pengcab Bojonegoro, Pengcab Lumajang, Pengcab Jember dan Pengcab Kediri serta 55 Club Off road.

" Saat ini sudah ada 15 club baru yang mengajukan menjadi anggota dan untuk tahun 2019 kepengurusan KTA Club maupun anggota akan kami berikan potongan biaya sebesar 50 %, " Kata Andrianus Somalinggi.

Enam bidang yang memaparkan program kerjanya yakni, Bidang organisasi dan hubungan antar daerah yang akan mengakomodir anggota club baru dan para off roader yang akan menjadi anggota IOF di Jawa Timur.

Bidang hukum dan hubungan antar lembaga yang menyampaikan diperlukanya nota kesepahaman antara IOF dan IMI (Ikatan Motor Indonesia) guna mengurus rekomendasi event offroad di Jawa Timur baik untuk R2 dan R4.

Bidang Olahraga menyampaikan bahwa IOF Pengda Jatim bisa menjadi sebagai regulator, Fasilitator dalam seluruh kegiatan offroad guna pengembangan olahraga ini dengan beragam fungsinya di masyarakat.

Bidang roda dua yang merupakan bidang baru akan menyiapakan dan mensosialisasikan regulasi IOF bidang roda dua kepada komunitas roda dua di daerah dengan menampung aspirasi serta mengadakan sarana dan prasarana dalam menunjang organisasi dengan mengadakan event atau kegiatan kejuaraan maupun touring enduro.

Bidang pariwisata akan mengupayakan dan menjalin kemitraan dengan pelaku wisata di daerah terutama yang menggunakan sarana mobil 4x4 seperti di Gunung Bromo, Gunung Kelud dan Gunung Ijen serta akan membantu pengembangan wisata di daerah yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan kebudayaan.

Bidang pendidikan dan pelatihan akan mengadakan pembinaan dan pelatihan kepada anggota club mengenai teknik dan ketrampilan serta teknik lomba dengan memberikan bimbingan sarana dan prasarana dalam menyelenggarakan event offroad.

Bidang Bendahara dan sekretariat akan menyiapakan tenaga administrasi dan kantor sekretariat serta mengakomodir iuran keanggotaan baik KTA individu maupun Club dan mengatur pembayaraan untuk kebutuhan kesekretariatan serta menyiapkan administrasi keuangan.

" Kedepan Offroad bukan hanya bisa dinikmati sebagian orang tapi juga akan bisa menghidupi masyarakat luas seperti mekanik, Pelaksana lapangan, Pelaku usaha pariwisata, dan UKM di sekitar dimana eveny offroad akan dilaksanakan," Pungkas AKBP Sumardji, SH, (dyt).

Editor :