SURABAYA,(www.suara-publik.com)-Dermaga Jamrud Selatan geger. Pasalnya, sebuah Truk Besar (TB) bermuatan buah, sayur dan tiang pancang yang disopiri Purwadi (38), asal Lamongan ini terguling di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pukul 04.30 WIB, Sabtu (11/8). Kecelakaan tunggal ini disebabkan infrastruktur jalan dermaga yang dilewatinya ambles hingga 1 meter. Kecalakaan ini tidak ada korban jiwa. Diprediksi kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Menurut Purwadi, ketika truk bermuatan sayur dan tiang pancang yang disopiri ini sedang mengantri naik ke kapal jurusan Banjarmasin. Masih Purwadi, truk yang sedang berhenti untuk antri naik kapal mendadak jalannya ambles. "Seketika truk terguling", jelasnya kepada www.suara-publik.coma yang dibenarkan Muryanto, Port Security Pelindo III Cabang Tanjung Perak Surabaya.
Ditempat yang sama, Sainul pemilik tidak menyangka truk yang baru diperbaikinya mengalami kecelakaan. "Padahal truk ini baru selesai perbaikan, kondisi truk normal tidak rusak. Tapi karena kecelakaan ini, saya mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta, belum termasuk muatan," terang Sainul.
Sainul yang akrab disapa Pak Brengos berharap ada ganti rugi dari pihak Pelindo. "Karena sudah beli tiket Pelindo senilai Rp 295 ribu, mudah-mudahan ada ganti rugi atas kecelakaan ini", kata warga asal Kamal, Madura.
Setelah 6 jam berjalan, meskipun banyak Polisi dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Port Security yang lewat untuk melihat kecelakaan tunggal ini, namun tidak ada satupun pihak petugas yang mampu menolong. Akhirnya oleh pemilik dan rekan senasib, truk besar kemudian dievakuasi.
Informasi yang digali www.suara-publik.com menyebutkan, jalanan ambles tersebut sebelumnya pernah diperbaiki PT Pelindo III sekiatar Juli 2012. Diduga kuat saat pembangunan, menyalahi bestek, dimana bahan campuran tidak sesuai prosedur bestek.
Humas Manager PT. Pelindo III, Edy Priyanto menjelaskan, pihaknya segera melakukan investigasi peristiwa tersebut. "Kita segera investigasi, apa penyebab jalan itu ambles. Apa karena over muatan atau memang ada kesalahan lainnya," tegas Edy kepada www.suara-publik.com, saat di Restauran Nur Pasific. (DH. Mustika)
Editor : Pak RW