SURABAYA,(www.suara-publik.com)-Mendekati penghujung bulan Ramadhan 1433 H, PT Pelindo III (Persero) memberikan bantuan sembako kepada sedikitnya 500 masyarakat yang berada di sekitar proyek pembangunan Terminal Multipurpose Teluk Lamong, Selasa (14/8). Mereka yang menerima bantuan adalah warga kurang mampu yang berasal dari tiga lokasi meliputi Kelurahan Osowilangun, Kelurahan Tambak Langon, dan Kelurahan Romokalisari.
“Ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap masyarakat di sekitar proyek pembangunan Terminal Multi Purpose Teluk Lamong, semoga apa yang kami berikan ini sedikit banyak dapat membantu masyarakat disekitar proyek teluk lamong menjelang hari lebaran,” jelas M. Harry Darmawan, Pemimpin Proyek Teluk Lamong.
Paket sembako yang berisi 5 Kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 Kg gula pasir, 1 botol kecil kecap manis dan saos, 1 kaleng biskuit, dan 5 bungkus mie instant tersebut dibagikan secara tertib di halaman Direksi keet proyek Teluk Lamong.
“Dalam pembagiannya kami dibantu aparat kelurahan setempat, mereka yang menerima semuanya terdaftar dalam daftar keluarga miskin (gakin) di masing-masing kelurahan”, tambah Harry Darmawan.
Selain memberikan bantuan paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di tiga kelurahan, PT Pelindo III (Persero) juga memberikan bantuan paket sembako bagi kurang lebih 100 anak yatim/piatu/tidak mampu, melalui Yayasan Komunitas Osowilangun.
Sebagai salah satu Pendulum Nusantara
Pembangunan proyek multipurpose teluk lamong sendiri merupakan salah satu pembangunan infrastruktur yang masuk dalam program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Pembangunan teluk lamong ini sebagai satu solusi jitu dalam rangka mengatasi tingkat kepadatan arus distribusi barang dan over kapasitas yang telah terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya selama ini, mengingat pelabuhan tersebut memegang peran penting tidak hanya sebagai pintu gerbang perekonomian untuk Propinsi Jawa Timur tetapi juga perekonomian bagi kawasan timur Indonesia.
Salah satu bagian dermaga petikemas domestik pada dermaga serbaguna terminal multipurpose teluk lamong tersebut nantinya akan digunakan sebagai salah satu rangkaian pendulum nusantara di Pelabuhan Tanjung Perak, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
Sebagaimana diketahui, pendulum nusantara merupakan jalur utama pelayaran domestik (main sea corridor) yang menjadi penghubung kawasan timur dan barat Indonesia sebagai upaya menekan biaya logistik. Sebanyak 6 pelabuhan ditetapkan sebagai koridor utama angkutan petikemas domestik yakni Belawan, Batam, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar serta Sorong.
Arus kapal akan bergerak seperti pendulum yaitu dari barat ke timur dan sebaliknya untuk mengangkut barang-barang komoditas domestik yang diangkut dalam petikemas. PT Pelindo I-IV akan membentuk anak perusahaan peti kemas sendiri, dengan satu operator, sumber daya yang sama, kinerja sama, pelayanan sama dan tarif sama serta menggunakan windows system / tanpa antrian. Pendulum Nusantara tersebut juga didukung dengan pengembangan pelabuhan dan pengerukan alur pelabuhan. Setidaknya, seluruh pelabuhan akan dikeruk hingga kedalaman -13 meter.
Sebagaimana diungkapkan oleh Wakil Menhub, Bambang Susantono, bahwa program tersebut akan menjadi bagian dari Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) diperkirakan bakal menambah efisiensi operasional perusahaan pelayaran hingga 50 persen.
"Penurunan biaya akan terjadi secara bertahap, tidak langsung biaya turun jadi setengah. Tetapi dengan adanya efisiensi pelayaran dan tidak adanya pungutan, akan menyebabkan efisiensi," ujarnya.
Terkait dengan program tersebut, Bambang Susantono mengatakan, Kementerian Perhubungan mendorong pembangunan sarana, prasarana serta sumber daya manusia untuk mewujudkan tujuan tersebut. Hal itu merupakan bagian dari implementasi Sistem Transportasi Nasional (Sistranas) yang terintegrasi dengan Sistem Logistik Nasional (Sislognas) dan MP3EI. “Sistem Transportasi Nasional tidak hanya bicara satu sektor, tapi juga antarmoda, jadi manakala kita bicara transportasi maka diperlukan keterpaduan dengan moda transportasi lainnya,”
Dalam kesempatan terpisah, Dirut PT Pelindo III, Djarwo Surjanto mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung program pemerintah memberlakukan Main Sea Corridor untuk mendorong efisiensi biaya logistik yang saat ini masih tergolong tinggi. Untuk tahap awal, Pelindo III telah menyiapkan Terminal Nilam untuk melayani kebutuhan kapal petikemas yang melayani rute-rute pelabuhan yang termasuk ke dalam kawasan Main Sea Corridor.
Kondisi eksisting, langkah yang sudah diambil oleh operator teminal PT Pelindo III adalah dengan menyiapkan Terminal Multipurpose Nilam Timur guna mendukung rencana pemerintah dalam memberlakukan Main Sea Corridor. Fasilitas tersebut berupa dermaga sepanjang 320 meter, 3 unit Container Crane (CC), 5 unit Rubber Tyred Gantry (RTG), serta lapangan penumpukan seluas 3,4 Ha. Selain itu, Pelindo III saat ini tengah menyelesaikan fasilitas di Terminal Multipurpose Teluk Lamong yang siap dioperasikan awal tahun 2014 mendatang. Di terminal ini, fasilitas kolam pelabuhan mencapai -14 meter LWS yang berarti sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagai jalur Main Sea Corridor tersebut.
Dari sisi fasilitas, khusus fasilitas yang akan digunakan dalam salah satu pendulum nusantara di Terminal Multipurpose Teluk Lamong nantinya akan memiliki panjang dermaga 450 meter, 3 unit CC, 6 unit Automated Stacking Crane (ASC), 20 unit Head Truck+Chasis, 4 Unit Shuttle Carier, 4 blok lapangan penumpukan seluas 7 Ha, dengan kedalaman kolam mencapai -14 meter LWS. estimasi nilai investasi dalam rangka menunjang Main Sea Corridor di Terminal Multipurpose Teluk Lamong tersebut mencapai kurang lebih sebesar Rp1,28 triliun.
Dalam proses pembentukan anak perusahaan “PT Terminal Petikemas Indonesia”
Sebagaimana diungkapkan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, pada pertengahan Mei 2012 lalu di Jakarta, bahwa dalam rangka meminimasi biaya logistik di Indonesia dan pelayanan terminal petikemas domestik yang terintegrasi, maka akan dibentuk anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa terminal petikemas domestik. Sebagai tindak lanjut, PT Pelindo I-IV telah membentuk tim teknis lintas perusahaan dan telah melakukan serangkaian rapat koordinasi untuk mempersiapkan konsep pendirian dan pengoperasian anak perusahaan tersebut.
Konsep bisnis adalah “Indonesia East West Pendulum”, dengan mempertimbangkan Main sea coridor yang terdiri dari pelabuhan Belawan, Batam, Jakarta, Surabaya, Makasar, dan Sorong, dengan fasilitas yang dapat menampung kapal ukuran 3.220 TEUS.
Modal awal direncanakan Rp 1 triliun dan modal disetor Rp 300 miliar dengan komposisi masing-masing Pelindo adalah 25% (equal share) yang nanti dapat ditinjau kembali apabila terdapat justifikasi yang berbeda.
Skim kerjasama adalah revenue sharing dengan pertimbangan bahwa cabang yang menjadi terminal dari anak perusahaan ini tidak boleh berkurang kontribusinya terhadap perusahaan induk jika dibandingkan kondisi eksisting. Sebagai nilai tambah juga akan ditempuh skim deviden ke induk perusahaan masing-masing. (DH. Mustika)
Editor : Pak RW