suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Demi WIL, Guru SDN Slamet Rejo Buat Pengakuan Palsu

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

JOMBANG (suara-publik.com)- Budi Slamet, Guru SDN Rejo Slamet I, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang bakal tersandung masalah. Pasalnya, belakangan diketahui mempunyai wanita simpanan, Tuti (nama panggilan) warga Desa Jenis Gelaran, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Pada Kades Jenis Gelaran, Budi mengaku istri pertama dan anaknya sudah meninggal. Padahal, istri pertamanya yang sah bernama Yuli (nama panggilan) warga Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, hingga kini masih hidup dan dikaruniai Dua orang anak. Budi telah tinggal seatap dengan Tuti selama 3 tahun tanpa surat resmi.

Ketua RT di Desa Jenis Gelaran, saat ditemui suara-publik.com (Suara Publik Grup) mengatakan, Budi Slamet selama tinggal di sini (Desa Jenis Gelaran) hanya sekali melaporkan statusnya kepada saya terkait hubungannya dengan Tuti, kalau dia (Budi Slamet) dengan Tuti sudah menikah di gereja, dan surat nikahnya masih ada di gereja. Jadi menurut analisa saya, dia dengan Tuti sepertinya sudah menikah pak,akunya RT.

Begitu pula dengan keterangan Kepala Dusun (Kasun), di Desa Jenis Gelaran yang ditemui Suara Publik di rumahnya menjelaskan, “Saya sampai saat ini belum pernah dapat laporan dari RT maupun dari dia (Budi Slamet) dan Tuti, terkait statusnya. Dan perlu diketahui, bahwa sebelum saya menjabat sebagai Kasun, dia dengan Tuti itu sudah berhubungan selayaknya suami istri,” jelas kasun.

Bahkan, lanjutnya, Budi dengan Tuti sekarang sudah mempunyai Kartu Keluarga (KK) dari Desa Jenis Gelaran. Lalu yang saya tahu rumornya, Budi dengan Tuti itu sudah menikah di gereja, dan surat nikahnya itu masih ada di gereja. Namun kalau soal bagimana dia bisa mendapatkan KK itu, saya tidak tahu prosesnya. Tapi dengar–dengar, Surat KK yang didapatkan dia itu, ngurusnya langsung melalui Kepala Desa (Kades) Jenis Gelaran,” tandasnya.

Senada disampaikan Kades Jenis Gelaran. “Budi memang sudah lama dan hampir 3 tahun sudah menikah dengan Tuti warga saya. Bahkan Budi sudah mempunyai KK dari Desa Jenis Gelaran ini. Tapi kalau KTP, Budi Slamet belum punya, sebab Budi Slamet tidak ada datanya di Desa sini,” terang kades.

Menurut kades, Informasi yang diketahuinya dari Tuti via seluler bahwa pernikahan mereka dilakukan di Gereja Jawi Wetan Njuwet, Kabupaten Ngajuk,ujar kades. Masih kades, soal mengapa Budi bisa mempunyai KK di Desa Jenis Gelaran, itu acuannya adalah surat nikah gereja yang pernah diberikan kepadanya di kediaman kades.

Dan bilamana sampai hari ini Budi Slamet masih mempunyai istri, anak, KTP dan KK sah di Desa Mojowarno, maka Budi Slamet ada dugaan kuat telah melakukan pembohongan publik terhadap warga saya, khususnya kepada saya, dan pemalsuan surat nikah gereja yang pernah diberikan kepada saya di rumah saya dulu itu,” sesal kades.

Ditambahkan kades, “Sebab menurut pengakuan Budi, waktu itu kurang lebih 3 tahun yang lalu, bahwa dia (Budi Slamet) bisa menikah dengan Tuti itu dikarenakan istrinya meninggal dunia,kata kades.

Informasi yang digali oleh Suara Publik kepada beberapa tokoh masyarakat di Dusun Mojodukuh, Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, atau di tempat kontrakannya menerangkan, Budi Slamet bekerja sebagai guru SDN Rejo Slamet I, dan sejak dulu sampai sekarang Budi Slamet masih mempuyai istri sah bernama Yuli, bahkan telah dikaruniai 2 anak.

Jadi kalau soal Budi Slamet menikah lagi dengan wanita lain memang sudah terdengar oleh warga Desa Mojowarno dan Mojowangi, bahkan saya juga mendengar,ucap sumber.

Terpisah, Tuti ketika dikonfirmasi suara-publik.com mengelak.Saya tidak bisa memberikan penjelasan apapun terkait status hubungan saya dengan Pak Budi Slamet. Sebab saya perlu memikirkan lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan tersebut. Jadi kalau Suara Publik ingin jawaban yang lebih jelas dari saya, maka tunggu dulu sampai saya siap menjawab pertanyaan anda itu. Karena saya kapan–kapan juga akan butuh kehadiran anda,” tutur Tuti.  Tapi yang jelas, lanjut Tuti, dia sudah menikah dengan Pak Budi Slamet di Gereja Jawi Wetan.

Sementara Budi selalu gagal ketika hendak dikonfirmasi di kantornya SDN Rejo Slamet I. Karena selalu tidak ada di tempat, dan selalu keluar pada jam kerja dengan alasan ada urusan di dinas pendidikan. (twi)

Editor :