suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Satpam PT MSI Hadang Petugas Patroli Air

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA (Suara Publik)- Seorang oknum Satpam PT. Mitra Saruta Indonesia (MSI) tergolong nekat. Sebut saja Tono (bukan nama sebenarnya), ia dengan sengaja menghalang-halangi salah satu petugas patroli air, Imam Rochani ketika hendak mengambil sampel limbah. Bahkan dengan arogansinya, Tono mengeluarkan kata-kata yang terkesan menantang petugas, Kamis (31/1/2013).

“Kalau mau ambil sampel di luar sana! Ngapain pakai masuk segala. Kenapa, gak terima ya?” begitu beberapa ucapan Tono yang ditirukan petugas.

Imam kepada Suara Publik mengaku kesal dengan sikap Tono tersebut. “Untungnya, Ainul Huri selaku Kabid Wasdal dari BLH Jatim yang ikut dalam sidak tersebut langsung mendinginkan suasana,” ujar Imam, Kamis (31/1/2013) pukul 16.00 WIB.

Siang tadi, kata Imam, pihaknya telah melayangkan surat kepada Bupati Gresik, perihal permohonan pencabutan Ijin Pembuangan Limbah Cair (IPLC). “Karena Tiga bulan hasil buangan limbahnya melebihi baku mutu,” tegasnya. Surat kami, lanjut Imam, ditembuskan ke BLH Provinsi Jatim, Gubernur Jatim dan DPRD Gresik, Rabu (6/2/2013) pukul 15.54 WIB.

Pihak MSI enggan berkomentar ketika didatangi Suara Publik. “Harus buat janji terlebih dahulu,” kata Wawan ramah. Teman Tono ini kemudian mencatat keperluan Suara Publik untuk disampaikan kepada atasannya, Jumat (1/2/2013).

Sekedar diketahui, MSI adalah salah satu perusahaan yang berulang kali kepergok Tim patroli air membuang limbah berbahayanya sembarangan. Ironisnya, pihak BLH Gresik hingga saat ini diduga tidak pernah membuat teguran kepada MSI. “Saya dengar MSI mengajukan pembuatan limbah. Untuk lebih jelasnya silahkan tanya kepada Hartono, karena saya sedang rapat,” terang Kabid Wasdal BLH Gresik, Budi, Senin (4/2/2013).

Terpisah, PT. Adiprima Suraprinta juga kedapatan membuang limbah cair berwarna kecoklatan. Namun sejauh ini belum diketahui, apakah limbah cair dari salah satu perusahaan yang notebonenya milik Menteri BUMN tersebut termasuk limbah yang berbahaya. “Kita tidak bisa memastikan. Tunggu saja hasil lab sekitar 10 hingga 11 hari,” kata petugas.

Tim Sidak Gabungan Patroli Air ini terdiri dari LSM Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH), BLH Provinsi Jatim, PT. Jasa Tirta, Mahasiswa UNAIR, UNESA dan beberapa media. Satu kelompok melalui jalur darat, sedangkan Dua kelompok menyusuri kali Perning Gresik hingga kali Gunungsari Surabaya.

Editor :