MOJOKERTO (suara-publik.com)- Proyek pengaspalan Jalan Lingkungan Desa (JLD) Tambak Rejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto rawan penyimpangan. Pasalnya, diduga tanpa dipasang papan nama informasi, dan proses pngerjaannya dikerjakan asal – asalan. Hal itu terbukti dengan tidak mengunakan tikut dan aspal yang berkualitas baik atau kuat, melainkan mengunakan kualitas rendah.
Selain itu, pengaspalan dikerjakan tanpa memakai alat berat, tapi memakai tenaga manual dengan ketebalan aspal 1 Cm-1.5 Cm setelah dipadatkan.
Menurut pengakuan direksi pengawas pengaspalan JLD Tambak Rejo, Buadjianto, saat ditemui dan dikonfirmasi oleh suara-publik.com (Suara Publik Grup) di lapangan mengatakan, “Saya tidak tahu nama CV yang mengerjakan pengaspalan ini, tapi kalau pemborong pengaspalan ini, saya tau namanya. Dia namanya Pak Poyo, dia (Poyo) itu sekarang ada di dalam warung,” kata Buadjianto.
Masih Buadjianto, “Yang jelas, saya sekarang tidak bawa gambar atau RABnya pengaspalan JLD Tambak Rejo ini. Jadi sementara ini saya tidak tau berapa ketebalannya aspal yang harus dikerjakan saat ini,” akunya.
Dikatakannya pula, “Lalu saya kesini itu hanya melaksanakan tugas dari atasan untuk mengawasi pengaspalan ini. Bahkan saya itu sejak mengawasi pengaspalannya Pak Poyo ini belum diberi apa–apa, makan dan minumpun, saya beli sendiri,” paparnya.
Sementara Poyo ketika hendak dikonfirmasi malah terkesan menghindari wartawan. (tawi)
Editor : Pak RW