suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pelayanan PT KA Indonesia Kecewakan Penumpang

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA(suara-publik.com)- Naik Kereta Api (KA) ternyata tidak selalu menyenangkan. Bahkan sebaliknya, penumpang bisa kecewa dan rugi. Seperti yang dialami Shela Devi dan ibunya, Nur Umamah. Penumpang KA klas Exsekutif-4/7B dan 7C, keberangkatan dari Banyuwangi, dengan tujuan Semarang ini, transit Setasiun Pasar Turi di Surabaya.

Saat tiba di Setasiun Wonokromo, Shela bertanya kepada pegawai KA. “Mas, keretanya kenapa tidak segera berangkat? Saya takut terlambat,karena kereta saya selanjutnya dari Setasiun Pasar Turi dengan tujuan Semarang, berangkat pukul 16.00. WIB,” tanyanya, Rabu (21/8/2013) pukul 15.45. WIB.

“Coba tanya sama Kondekturnya! Siapa tahu ada keringanan, karena kesalahan bukan dari anda. Mungkin juga kalau anda turun disini (Setasiun Wonokromo) kemudian naik Taxi ke Setasiun Pasar Turi, saya rasa percuma. Karena kereta anda 20 menit yang lalu sudah berangkat,” jawab para crew KA yang berjumlah 4 orang secara bersahutan.

Shela berusaha menanyakan masalah ini kepada pegawai KA yang lain. Namun sekembalinya dari bertanya itu, wajahnya terlihat sedih. “Tidak bisa,” kata Shela kepada ibunya, sembari menelfon kerabatnya. Sementara ibunda Shela memperjelas kegagalan anaknya, kepada suara-publik.com (Suara Publik Grup) yang kebetulan duduk persis di kursi belakangnya.

Setelah turun di Setasiun Gubeng, Shela bermaksud meminta keterangan kepada petugas Setasiun Gubeng, dan lagi-lagi Shela menemui jalan buntu. “Tidak bisa, kami sudah mencoba bertanya kepada petugas lainnya,” jawab Andika, kerabat Shela kepada suara-publik.com (Suara Publik Grup).

Ribet dan Lambat

Bagian Humas KA Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya, Zakaria belum bisa dikonfirmasi Suara Publik. Karena menurut stafnya, ia masih menjalani cuti ke daerah asalnya di Sumatra hingga Senin depan. “Bapak sedang cuti,sementara wakilnya ada acara di Malang,” jelas stafnya.

Berdasarkan pantuan suara-publik,com (Suara PublikGrup) di lapangan, pelayanan PT. KA memang tidak profesional. Selain tidak ada pertanggung jawaban, seperti keterlambatan jadual kereta (karena kesalahan KA)pelayanan penjualan tiket juga terkesan ribet, karena penjualan tiket dibagi menjadi Dua tempat yakni di Setasiun Gubeng Baru dan Gubeng Lama.

Seperti pengakuan salah satu calon penumpang kepada Suara Publik Grup. Saat itu ia hendak membeli tiket KA tujuan Jakarta, klas Exsekutif. Karena penjualan tiket klas Exsekutif di Setasiun Gubeng Baru telah habis, maka ia terpaksa membeli klas Ekonomi. Sayangnya, dari Setasiun Gubeng Baru,ia tidak dapat langsung menuju Setasiun Gubeng Lama untuk membeli tiket klas Ekonomi. Melainkan, ia harus melaluinya dengan keluar terlebih dahulu dari Setasiun Gubeng Baru dan jalan memutar menuju Setasiun Gubeng Lama, yang jaraknya lumayan cukup jauh, Jumat, (16/8/2013). Tidak hanya itu, pelayanan penjualan tiket di Setasiun Gubeng Lama, sangat lambat. Sehingga mengakibatkan antrian panjang.

Sanksi Denda

Terkait masalah ini, B. Manurung dari LSM Telinga Lebar kepada Suara Publik Grup mengatakan, penumpang adalah penikmat/pemakai jasa. Ada beberapa hak penikmat jasa yang harus diperhatikan, diantaranya  yakni kenyamanan, dan berhak memperoleh informasi yang jelas, serta aktual, keamanan dan apa yang disajikannya,” tegasnya.

Menurutnya, dalam hal PT. KA tidak memberikan kenyamanan pada penikmat jasa, serta informasi yang jelas dan aktual. ‘Jika mengacu pada Undang-Undang (UU) No. 8 Tahun 1999, tentang Perlindungan Konsumen, PT. KA bisa terkena sanksi administrasi berupa denda,” tegasnya. (ono)

 

 

 

 

 

 

Editor :