PAMEKASAN (suara-publik.com)- PU Bina Marga Provinsi Jatim melaksanakan proyek peningkatan Jalan di wilayah Madura. Namun sayangnya, proyek ratusan milyar tersebut diduga fiktif, karena tanpa papan nama dan rawan terjadi kecelakaan.
Sepert iterjadi di wilayah Utara Kabupaten Pamekasan, tepatnya di Tamberu-Sotaberay. Penyebabnya, koral racing peninggian jalan terangkat, karena tidak pernah disiram air. Akibatnya,para pengguna jalan roda Dua sering terpeleset jatuh.
Menurut warga, karena terlalu sering memakan korban, warga sekitar akhirnya mengambil inisiatif untuk mempersempit jalan yang belum dihotmix, dengan cara memberikan kayu yang diletakkan menyilang, agar kendaraan yang lewat pelan-pelan. “Selain itu, lanjut warga, karena tidak disiram air, debu-debu jalan berhamburan ke rumah warga sekitar dan mengganggu pengguna jalan,” kata warga.
Panitia Pelaksana Kerja (PPK), Parjimin dikonfirmasi suara-publik.com (Suara PublikGrup) malah mengelak. “Saya setiap hari menerima laporan dari pengawas pelaksana, bahwa tidak ada kendaraan jatuh," ketusnya.
Namun Parjimin mengakui debu yang masuk ke rumah warga, karena tidak adanya penyiraman air kejalan. “Semestinya, minimal penyiraman dilakukan Dua kali dalam sehari oleh pelaksana,” jelasnya. Ditambahkan pula, “Sudah tahu jalan diperbaiki, mengapa pengendara masih melarikan motornya kencang," tanya Parjimin.
Terkait masalah ini, Komnas PKPU, Zainal angkat bicara. "Semestinya pelaksana tidak boleh menabrak Perpres No 54 Tahun 2010 tentang Barang Dan Jasa, dan Juknis yang telah disetujui, salah satunya tidak adanya papan nama. “Hal ini menunjukkan tidak adanya transparansi pelaksana, dan kami berharap pihak yang berwajib tidak tutup mata," tegasnya. (zai)
Editor : Pak RW