Beton Tidak Matang, Usia dan Kekuatan Gedung Diragukan

suara-publik.com

Pembangunan Gedung Type B, UPTD Surabaya 6

SURABAYA(suara-publik.com)-Lagi-lagi permasalahan kekuatan beton dengan tulangan besi yang telah dihitung awal, sebagai kekuatan struktur, selalu saja diabaikan oleh kontraktor. Mungkin kontraktor pelaksana ingin mendapatkan keuntungan lebih, namun tidak berhitung resiko yang akan dialami untuk usia gedung tersebut nantinya.

Beton bertulang seharusnya telah memiliki pakem dalam pelaksanaannya dan dikerjakan oleh Kontraktor yang berpengalaman. Bukan sebaliknya, Kontraktor yang tidak mempunyai mutu basic bekerja yang profesional ditunjuk untuk bekerja oleh owner, dalam hal ini sebagai pemegang anggaran dan yang mengawal anggaran APBD TA, 2013, SKPD/Unit Kerja Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Pemkot Surabaya.

Beberapa teknik pelaksanaan pekerjaan struktur beton bertulang, yang harus diperhatikan, terkait besi beton yang digunakan, harus sesuai dengan besar diameter yang dianjurkan dalam bestek dan perencanaan kekuatan struktur gedung. Toleransi diameter besi harus sesuai dengan gambar (jangan justru disusutkan).

Demikian halnya untuk pengecoran beton, seharusnya memiliki standar karakteristik beton yang disyaratkan. Perbandingan campuran beton yang dilaksanakan harus berbanding 1:2:3 (1 zaksemen : 2 ukuran kotak pasir : 3 ukuran kotak tinslah/kerikil), komposisi tersebut jarang dilakukan dan tidak mungkin dikerjakan, yang tampak di lapangan hanyalah campuran beton yang tidak memperhitungkan kekuatan, gedung akan terjadi pengkeroposan struktur dalam usia yang dini.

Yang sangat sering terjadi, pada pantauan suara-publik.com (Suara Publik Grup) di lapangan, saat beton dilepaspada pencetak beton (Begesting), tampak hasil beton bertulang yang telah jadi,terjadi pengkeroposan pada penampang beton yang ada. Besi beton yang seharusnya terbungkus rapih dalam selimut beton, itu justru tampak di permukaan.

Kontraktor nantinya hanya seenaknya menembel keropos beton tersebut dengan polesan semen, sampai nanti terkesan tertutup untuk mengelabui orang dinas dan pengawas yang ada, atau memang sudahKongkalikong dalam hal ini, walaupun dengan mutu standar yang jelek sekalipun.

Pantauan Suara Publik di lapangan mendapatkan terusan beton pada Balok T (pertemuan antara beton balok portal dengan kolom utama), banyak polesan semen manual, yang dikerjakan oleh tukang di lapangan, dapat dipastikan hal itu juga dikarenakan pelepasan begesting beton, beton terjadi pengkeroposan dan terlihat besi beton yang ada di dalam. Sehingga kekuatan beton sangat disangsikan sebagai kekuatan struktur pada gedung yang dibangun saat ini.

Terkait hal ini, Satker/kepala bidang Pembangunan Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang (DCKTR) Pemkot Surabaya, Lilik Arijanto, ST., MT, belum bisa dkonfirmasi.

Sekedar diketahui, Paket Pembangunan Gedung Type B UPTD Surabaya 6, Dimenangkan tenderna oleh PT. Rahma Kontruksi Bangunan, dengan harga penawaran Rp. 2.901.468.400,00, yang mulai dikerjakan tanggal 6/03/2013 – 3/08/2013. Masa pemeliharaan telah dimulai tanggal 4/08/2013 (sampai enam bulan kedepan). Yang seharusnya hasil pekerjaan tersebut tidak dapat diterima dan tidak layak dibayar, dikarenakan pekerjaan struktur beton bertulang masih di bawah standar K 225, namun tetap saja dipoles dan difinishing, tanpa memperhitungkan akan ambruknya gedung tersebut nantinya.

Masih dalam pantauan Suara Publik di lapangan terkait kekuatan struktur tersebut, sampai masa pemeliharaan berakhir.(sw).

 

Keterangan Foto,

Tampak depan pelaksanaan struktur beton bertulang, yang disangsikan kekuatannya, dikarenakan mutu beton jauh dari kekuatan standar yang disyaratkan. (sw).

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru