Belum Genap 5 Bulan, TPT Proyek Aspal CV. Karya Pertiwi Sudah Ambrol.

suara-publik.com

Gresik, suara-publik.com Lagi-lagi proyek TPT aspal jalan di jalur Kacangan-Benjeng yang belum genap 5 bulan sudah ambrol.

Diduga, pekerjaan satu paket jalan aspal dan TPT berjalan tanpa papan informasi proyek, pelaksana CV Karya Pertiwi dituding mengerjakan secara asal-asalan, TPT penyangga jalan aspal tersebut ambrol sekitar 5 meter, pihak PU Bina marga Gresik melalui Eddi Pancoro saat di konfirmasi nilai anggaran proyek tersebut menyebutkan 1.3 Milyar.

"Brapa ya mas, tahun kemarin. Kalau gak salah 1,3 (Milyar) lupa." singkat Eddi Pancoro. Beberapa Warga sekitar terlihat protes terhadap kualitas pekerjaan, mereka menyebut jika pelaksana proyek tersebut harus bertanggung jawab, “Kalau dilihat dari campuran material pada plengseng ini kelihatan sangat kurang semen, bekas adonan yang tersisa di ambrolan itu hancur diremas tangan saja,“ jujur Mariyono (38), Warga setempat.

Masih menurut Mariyono, kalau proyek TPT yang sepaket dengan aspal jalan di dusun Kacangan, Desa Bulurejo benjeng ini disinyalir di-subkon kepada pelaksana yang pekerjaannya terlihat amburadul. “Untuk TPT itu lebih dulu dikerjakan dan juga ambrol, itu kan satu paket dengan pengaspalan jalan,” jlentrehnya.

“Sayang tenan lo mas, uang negara kok dihambur-hamburkan seperti ini, ra beres semua lah pokoknya,”

Mariyono mempersoalkan. Kualitas jelek, membuat bangunan cepat ambrol. Hal senada juga disampaikan Darno, warga Bulang yang kebetulan ambrolan TPT ada di belakang Sawah miliknya. Untuk plengseng dan pengaspalan di belakang sawahnya itu baru September 2019 lalu.

“Kalau yang dibelakang sawah ini baru September lalu selesai Mas,” ujar Darno. Eko warga Bulang yang kebetulan melintas dan menemui suara-publik.com juga mempersoalkan pekerjaan infrastruktur di wilayah Benjeng yang amburadul. “Kalau hasilnya seperti ini, jelas hasilnya dan tidak hanya di lokasi sini saja mas, ini perlu ditelusuri semua pekerjaan kontraktornya, jadi dugaan saya ini dikerjakan asal asalan, sehingga amburadul hasilnya,” pungkasnya.

Sementara, Ketua PPTK Proyek tersebut, Eddi Pancoro ketika dikonfirmasi menjelaskan kalau ambrolnya TPT jalan aspal tersebut sudah di bahas di Dinas PU Bina marga Gresik, "Oh iya mas, Rekanane sdh sy perintahkan utk perbaikan mas, Mungkin nunggu air surut, biar pekerjaannya bs optimal, Tanah dasarnya yg tergerus air akibat banjir kali lamong," papar Pria yang akrab dipanggil pak nanang ini. Sabtu (18/4).

Dirinya juga mengaku sudah menghubungi pelaksana proyek untuk melakukan perbaikan, “Dengan kejadian ambrol ini harus dan sekali lagi harus ada perbaikan dilapangan oleh pelaksana,” pungkas Eddi.

Ditempat terpisah, Ketua DPD LSM Ledak, Imam Syafii mengecam keras bahwa banyak pekerjaan yang dikerjakan pemborong kualitasnya jelek. “Memang, rata-rata pekerjaan pemborong kualitasnya jelek-jelek, kalau tidak jelek kenapa baru 5 bulan sudah ambrol, ini uang rakyat, yang pasti ini sudah menjadi perhatian kami, rencananya kita akan bawa tim uji bangunan untuk mempelajari pekerjaan ini, kalau memang ada penyimpangan kita akan bawa ke ranah hukum," Tegas Imam, senin (20/4).

Sementara, sampai berita ini di tulis, Dodi Pelaksanan proyek belum memberikan komentarnya, dirinya justru menanyakan titik sebelah mana yang ambrol, "Ini lokasi nya di selatan jembatan ya pak, Ya besok tak survey ke lokasi pak," singkat Dodi(tim)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru