Cegah Penyebaran Covid-19. Ini Yang Dilakukan Pemdes Paromaan Bawean.

suara-publik.com

Gresik, suara-publik.com - Warga Desa Paromaan, Kecamatan Tambak, Gresik membentuk Satuan Tugas Relawan Tanggap Covid-19, bersama Ponkesdes, Bidan Desa, Babinkamtibmas dan Babinsa melakukan kegiatan penyemprotan cairan desinfektan dan pembagian masker gratis ke seluruh penjuru Desa, yang sudah dilakukan pada pertengahan maret lalu.

Hal ini sesuai SK Kepala Desa Paromaan Nomor : 417.4/07./437/118.10/2020 ,tim ini terdiri dari Kades, Sekdes, BPD, LPMD, PKK, Bidan/ Perawat desa, RT/RW yang juga melibatkan Bhabinkamtibmas dari Polsek Tambak dan Bhabinsa dari Koramil 0817 Tambak.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya membantu pemerintah memutus rantai penularan virus Corona atau Covid-19, Dengan slogan "Bersama Kita LawanVsirus Covid-19" "Ini sebagai wujud kepedulian terhadap Warga Desa guna meminimalisasi penularan virus Covid-19 yang saat ini sudah masuk ke wilayah Gresik, " ujar Kepala Desa Paromaan, Drs. H. Abdul kafil. Kamis (23/4).

Dijelaskan, Pemdes Paromaan terpanggil untuk membantu pemerintah dalam memerangi penularan virus Covid-19 yang saat ini sedang mewabah di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kecamatan Tambak, Bawean.

Abdul Kafil mengungkapkan, sejumlah program pencegahan penularan Covid-19 yang sudah dijalankan adalah melakukan penyemprotan cairan disinfektan kepada seluruh rumah warga, sekolah, balai desa maupun orang yang masuk Desa Paromaan.

Satgas Tanggap Covid 19 Desa Paromaan juga mewajibkan seluruh penghuni maupun tamu untuk mencuci tangan dengan sabun yang telah disediakan. "kita intens melakukan sosialisasi dan pencegahan penularan covid- 19, kita juga melakukan pendataan bagi pendatang dan warga yang baru datang dari luar daerah, seperti para santri yang pulang ke Bawean dan para perantau dari luar negeri kita data identitasnya, dan di periksa suhu badannya,"tegas Abdul Kafil memaparkan.

Pria yang akrab disapa Kafil ini juga menjelaskan jika Pihaknya kini sudah Membuat ruang observasi untuk mendeteksi dan memeriksa para pendatang atau tamu dari luar daerah atau luar negeri untuk memastikan apakah bebas dari virus corona atau tidak selama 14 hari sesuai dengan protokol covid-19.

Sesuai aturan Pemerintah terkait penggunaan anggaran Dana Desa penanganan wabah Covid 19, Pemdes Paromaan segera merespon cepat dengan mengadakan musyawarah desa untuk validasi data, "bagi penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai jaring pengaman sosial bagi warga miskin terdampak corona sudah kami laksanakan Minggu lalu tepatnya pada tanggal 19 kemarin,” tambah alumni Institut Agama Islam Ibrahim, Sukorejo-Situbondo ini.

"Saya sangat berterima kasih dengan segenap tim relawan yang telah bersinergi dengan elemen masyarakat yang telah bersatu melawan penyebaran virus ini,” kata kades yang dikenal dengan gaya pidatonya yang berapi-api itu, Kamis (23/4).

Sementara itu, warga Paromaan, Dennis Fernando (32) mengapresiasi kepedulian Satgas Paromaan yang terhadap upaya pencegahan Covid-19. "Saya salut terhadap kepedulian Pemdes yang peduli dengan wabah virus corona. Semoga kepedulian ini bisa diikuti oleh daerah lain.

Ayo kita bantu pemerintah dalam menghadapi musibah ini. Semoga virus Corona bisa secepatnya dituntaskan," ujar bapak dari satu orang anak ini.

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru