Surabaya, suara-publik.com - Kemacetan terjadi di Bundaran Waru perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur di hari pertama Mulai kemarin, Selasa (28/4/2020), Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik di Jawa Timur menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun dihari kedua Rabu 29/4/2020, bundaran waru terlihat lengang dan sangat lancar.
Selain pembatasan pergerakan orang dan kendaraan. Jam malam pun juga diberlakukan. Aktivitas di malam hari di Surabaya Raya dibatasi mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB dini hari.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Eddy Christijanto.
Begini Teknisnya Pemberlakuan jam malam dan pembatasan aktivitas ini mengacu pada arahan Kapolda Jawa Timur saat rapat di Mapolda Jatim Minggu (26/4/2020) dengan melibatkan jajaran di tiga kabupaten/kota tersebut.
Dengan kebijakan tersebut, aktivitas masyarakat di tiga wilayah itu dibatasi dan masyarakat diminta berdiam diri di rumah.
Terkait sepi nya jalanan di Surabaya, Wakasat Intel Polrestabes Surabaya berterima kasih pada warga Surabaya. "Terima kasih poro sedulur sudah mulai tumbuh kesadaran, hari kedua perlakuan PSBB bundaran waru terlihat sdh tidak macet lagi, itu merupakan indikasi tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan yang ditetapkan dalan Perwali kota Surabaya" kata Kompol Dwi Eko Sulistyo Wakasat Intel Polrestabes Surabaya.
Masih Dwi Eko, selain perherakan orang dan kendaraan. Dwi Eko juga mengharap warga menjaga jarak dan selalu memakai masker. Demi pencegahan penularan covid-19. Warga harus selalu mencuci tangan dengan sabun. Bila warga tertib terhadap protokol pencegahan covid-19. Surabaya pasti tidak akan bertambah warganya yang positip covid-19, tutup Kompol Dwi Eko.
Editor : Redaksi