Sambungan Usia Beton Berbeda, Tanpa Lantai Kerja

suara-publik.com

Proyek Pedestrian dengan Saluran U-Gutter, Jalan Yos Sudarso

 

SURABAYA(suara-publik.com)-Rekanan Pemkot Surabaya, seperti PT. Ganesha Jaya, juga ahli menggarap proyek awur-awuran. Proyek pedestrian dan saluran u-gutter di Jl. Yos Sudarso dengan nilai kontrak Rp. 3.306.253.669,00, diduga menyimpang jauh dari ketentuan, misalnya pada pemasangan beton yang beda usia, dan tanpa lantai kerja.

Selain itu, banyak banyak hal dan item langkah kerja yang tidak ditaati oleh kontraktor, yang luput dari pengawasan Dinas PU. Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP), dalam hal ini Bidang jalan dan Jembatan, Pemkot Surabaya.

Investigasi suara-publik.com (Suara Publik Grup) di lapangan, galian tanah saluran yang dikembangkan dalam perencanaannya, sehingga dapat direncanakan masuknya beton cetak precast U-Gutter (100.120.0,10), kedalam saluran yang baru, belum mendapatkan teknik penggarapan yang benar.

Saluran dengan lubang yang direncanakan, masih terdapat genangan air saluran, yang tidak dipompa keluar saluran, sesuai petunjuk yang disyaratkan. Sehingga, tampak di lapangan pasangan beton U-Gutter pada sambungan dan kemiringan saluran sulit untuk direncanakan dan terkesan diabaikan.

Seharusnya lantai kerja dapat direncanakan, saluran dalam keadaan kering diurug sirtu dan direncanakan beton rabbatan tanpa tulangan setebal 10 centimeter, sebagaimana petunjuk prosedur yang disyaratkan.

Hal lain adalah, terkait pekerjaan urug tanah kembali pada saluran yang terpasang, tanah urugan yang seharusnya berjenis Sirtu (pasir batu) namun di lapangan yang tampak, tanah berjenis lumpur beserta sampah galian yang diurugkan. Hal tersebut sudah menyalahi aturan yang yang diberikan, dan Kontraktor mengabaikan item volume dan satuan pekerjaan yang telah dijelaskan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).

Jenis tanah sirtu lebih mendapatkan pemadatan urugan yang maksimal pada dinding beton saluran, bukan hanya asal-asalan diurug tanah yang tidak memiliki pemadatan yang maksimal.

Sampah-sampah dan gragal bongkaran saluran lama, yang tidak memiliki ukuran dan kekuatan sebagai pemadatan juga ikut ter urug pada penampang tutup plat beton saluran. Yang seharusnya juga diurug dengan urugan tanah sirtu.

Hal yang dianggap sepele tersebut akan mempengaruhi kekuatan permukaan saluran yang nantinya akan dikerjakan Rabbatan beton trotoar sebagai fungsi pedestrian dengan finishing pasangan keramik pada lantai trotoar.

Sambungan beton pada penampang atas beton U-Gutter, untuk menambah ketinggihan saluran, yang elevasi saluran harus sesuai dengan kontur pada jalan, dan penyesuaian ketebalan rabbatan beton trotoar pedestrian. Tampak rencana besi beton sambungan, sebagai penguat beton saluran, tidak direncanakan sambungan ikatan tulangan pada beton u-gutter itu sendiri. Yang direncanakan hanyalah gaya tarik beton, namun tidak dikerjakan pengikat gaya geser beton nantinya.

Beton Precast yang dikerjakan di lapangan tidak sesuai ukuran dari saluran yang dibutuhkan, sehingga hanya dilakukan penyambungan beton saluran dengan teknik tanpa kekuatan dan dengan usia beton dengan karakteristik beton yang berbeda.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Ir. Sugeng Wibowo,MM, belm bisa dikonfirmasi suara-publik.com (Suara Publik Grup).

Seperti diketahui, masa akhir pekerjaan ditentukan tanggal 04/Nopember/2013, dengan masa pemeliharaan 180 hari kerja kalender dan dimuali sejak 14/Mei/2013. (sw).

 

Keterangan Foto :

Pekerjaan Saluran Beton Precast U-Gutter, tanpa lantai kerja, terdapat genagan air pada dasar saluran, Beton Precast disambung tanpa kekuatan struktur, usia beton berbeda Karakteristik beton yang disyaratkan. (sw).

 

           

 

           

 

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru