Surabaya Suara-Publik.com - Beredarnya surat undangan dari Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Timur dengan pembahasan perpanjangan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB)di Surabaya-Gresik-Sidoarjo dalam rangka menekan penyebaran covid19,mendapatkan reaksi dari berbagai pihak,hal ini dianggap pemberlakuan PSBB yang diterapkan pada tanggal 28 April 2020 hingga 11 Mei 2020 tersebut dianggap gagal dalam penerapannya,mengingat dalam tahap ini persoalan bansos(bantuan sosial) yang masih menjadi polemik hingga banyak yang belum mendapatkan karena diduga tidak sesuainya data penerima.
Achmad Anugrah selaku ketua LSM GARAD Indonesia yang juga penggagas pengawalan bansos covid19 menduga bahwa pemberlakuan PSBB ini masih belum bisa dikatakan sukses,bukan persoalan penerapannya namun persoalan bantuan sosial yang hingga kini masih rancu bagi warga yang terdampak covid19. "Kami selaku warga negara yang baik tetap mematuhi aturan atau apapun keputusan yang telah disepakati Pemerintah,cuman dari investigasi beserta fakta dilapangan,penerimaan dan realisasi penerimaan bansos ini masih menjadi polemik bahkan rentan memicu konflik di masyarakat yang terdampak covid19,salah satu contoh ada temuan bahwa data penerima yang ditempel di Kelurahan terdapat beberapa nama yang sudah meninggal dunia,namun namanya masih ada,ini yang sering menjadi polemik di lapangan",ujar Achmad Garad melalui selulernya.
Masih Achmad Garad, karena persoalan persoalan inilah,kami mengharap kepada Pemerintah khususnya wilayah Propinsi Jawa Timur untuk mengkaji ulang,atau bila perlu dalam pembahasan nantinya juga melibatkan seluruh unsur di masyarakat dalam pembahasan penerapan PSBB lanjutan termasuk LSM dan tokoh masyarakat bila perlu perwakilan dari tingkat bawah Rw Rt dll yang dianggap perlu,karena persoalan ini adalah persoalan bersama dan juga supaya lebih terbuka serta transparan,karena yang lebih mengkhawatirkan ini justru bukan dari dampak covidnya,melainkan dampak dari penerapan PSBB nya itu sendiri yang membuat angka covidnya semakin tinggi",imbuh Achmad Garad yang juga menjadi Koordinator relawan Presiden terpilih tersebut.(jo).
Editor : Redaksi