Proyek Pembangunan Gedung Poli STD Dupak
SURABAYA(suara-publik.com)-Proyek Pembangunan Gedung Type C, Poli STD Dupak diperkirakan tidak bertahan lama, karena rawan roboh. Pasalnya, kekuatan pondasinya diragukan. Ironisnya, Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang (DCKTTR) terkesan kongkalikong dengan CV. Risma Jaya Abadi, selaku pemenang tender proyek senilai Rp. 907.664.000,-.
Pengamatan suara-publik.com (Suara PublikGrup) di lapangan, proyek yang tanggal pelaksanaan 11/Maret–07/Oktober 2013, masa pemeliharaan 180 hari kalender, sedang dalam pengerjaan penulangan besi beton struktur pondasi. Bebeapa item penulangan besi yang dikerjakan masih menggunakan material besi beton dengan diameter besi belum sesuai dengan ukuran yang disyaratkan.
Tulangan besi pokok dan tulangan besi pembagi belum didapat ukuran diameter yang diharuskan. Maka, dapat dipastikan semua tulangan besi yang dikerjakan di lapangan telah dilakukan penyusutan volume diameter.
Pelaksanaan pengecoran beton bertulang, juga masih tampak memiliki kekuatan beton di bawah standar. Yang terdapat di lapangan untuk campuan luluh beton yang dicampurkan tidakmenggunakan komposisi campuran yang disyaratkan.
Mestinya, proyek dengan Kode Lelang : 786010. Penyerapan Anggaran APBD. TA 2013, pengumuman pemenang tanggal 25/Peb/2013 ini memiliki campuran 1 : 2 : 3 (1 zak semen : 2 ukuran kotak pasir :3 ukuran kotak tinslah/kerikil), dan memiliki standar beton karakteristik beton K 225 sebagai beton yang direncanakan.
Yang tampakdi lapangan hanya memiliki komposisi campuran kurang dari karakteristik beton bertulang dari yang telah diatur, sehingga warna beton berbeda dan tidak memiliki kekuatan beton yang diharapkan.
Perlu diketahui, kekuatan dan kekokohan gedung bergantung kepada struktur kontruksi pelaksanaan karakteristik beton pondasi yang direncanakan awal. Bukan sekedar dikerjakan dengan perhitungan kekuatan yang asal-asalan. Kekuatan gedung nantinya akan mengalami penurunan struktur pondasi, apabila nanti akan mendapat beban tekan dan gaya geser dari struktur kontruksi di atasnya.
Tulangan betonpada pondasi yang harus selalu diperhatikan adalah, penulangan tiang pancang/penulangan beton strouss, yang berfungsi sebagai penahan gaya geser gedung yang akan terjadi pada gaya tanah di bawahnya.
Demikian pulapada penulangan Poor (plat sepatu) dan penulangan beton sloof yang bersifat menahan beban tekan pada struktur di atasnya. Jika hal tersebut diabaikan dalam hitungan perencanaan, akan berimbas rawan robohnya gedung, berawal dari retak rambut tembok sampaidengan patah struktur secara permanen. Hal tersebut dikarenakan terjadinya penurunan pondasi beton sloof sebagai penahan struktur gedung. (sw).
Keterangan Foto :
Pelaksanaan penulangan besi beton Pondasi, yang dikerjakan memiliki karakteristik beton standar, masih jauh dari standar teknik yang disyaratkan. (sw).
Editor : Pak RW