Dikerjakan Dua Tahap, Kualitas tetap Amburadul

suara-publik.com

Beton  Box Culvert  Saluran  Sidotopo  Wetan

 

SURABAYA(suara-publik.com)-Sejak awal, proyek Saluran box culvert Sidotopo wetan, tidak memiliki langkah kerja yang benar. Artinya, tidak yang mengacu kepada Teknik Civil Engineering dan peraturan kerja pada saluran yang bersifat permanen. Tahap pertama yang telah dikerjakan di Anggaran 2012, memiliki kekurangan dalam masalah teknik pelaksanaan yang disyaratkan.

Bahkan hasil pengerjaan proyek naungan Dinas PU. Bina Marga Dan Pematusan (DPUBMP) Pemkot Surabaya tersebut menuai kritik dari beberapa kalangan masyarakat, maupun di tingkat penyelidikan pihak berwajibHal tersebut terkait dengan beberapa hasil pekerjaan masih dilakukan penyimpangan spesifikasi mutu bahan dan langkah kerja yang mengacu pada gambar bestek dan pada acuan Rencana Anggaran Biaya (RAB), Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).

Hasil di lapangan yang didapat, proyek yang dikerjakan masih terdapat penyimpangan langkah Kerja, dan penyusutan volume bahan. Rembesan air tanah yang besar pasca ke dalaman galian saluran.

seharusnya kontraktor tetap melaksanakan urugan sirtu dan melakukan pelaksanaan struktur lantai kerja dengan beton bertulang karakteristik beton K225 setebal 20 Centimeter atau yang disyaratkan. Yang nantinya dapat berfungsi menahan beban tekan permukaan beton precast U-Gutter.

 

Selain itu, di lapangan tampak pemasangan beton precast U-Gutter, tidak memiliki pemasangan U-Gutter level kontur yang rapat, tampak renggang bercelah, dan juga bergelombang.

Mestinya lagi, saluran yang ditutup permanen tersebut, seharusnya lebih dapat maksimal menampung debit air saluran pada ambang batas maksimal.

Kontruksi bahan yang dipakai, guna menutup saluran yang awalnya terbuka, di jalan Sidotopo Wetan, menggunakan beton precast U-Gutter dengan ukuran beton yang telah direncanakan pada kekuatan hitungan.

Pengerukan tanah yang digali ke atas permukaan tanah, dengan volume galian meter kubik (M3), tempat peletakan beton precast U-Gutter, Ukuran saluran, dilakukan pelebaran dan ke dalaman saluran, dalam gambar rencana pelaksanaan.

Pada proyek saluran box culvert Sidotopo Wetan, yang tahun lalu menyerap anggaran APBD TA 2012, tampak pula di lapangan pada pemasangan beton precast saluran tepi, juga dikerjakan tidak menggunakan teknik pemasangan yang disyaratkan. Antara tinggi saluran dengan jalan, air tidak mengalir dengan benar. Pasangan tutup plat beton juga tidak rata, bergelombang dan tidak rapat.

Sekedar diketahui, kontraktor pemenang tender adalah PT. Putra Negara, dengan Nilai Kontrak : Rp.15.412.980.999,00.  Proyek Saluran yang dikerjakan pada tahun jamak ini, walaupun sudah dikerjakan dengan hasil yang amburadul, namun Pemkot masih saja memberikan kepercayaan kembali Kontraktor PT. Putra Negara, untuk meneruskannya di tahun Anggaran APBD.TA.2013, nilai penawaran yang dimenangkan Rp. 37. 364. 920. 299, 00 (76,8 persen dari nilai HPS).

Sampai pekerjaan tersebut selesai dan terbayar lunas, Kepala Bidang Pematusan (Dinas PU.Bina Marga Dan Pematusan Pemkot Surabaya, enggan menemui wartwan, bahkan terkesan alergi. Diduga, mereka hanya sekedar menutupi ketidak becusan dan rendahnya SDM yang terdapat pada dinas terkait.

Seharusnya pihak kejaksaan segera turun tangan untuk memeriksa hasil pekerjaan yang amburadul dan sia-sia ini (sw).

 

KeteranganFoto :

Proyek box culvert tahap ke dua, tampa lantai kerja, air menggenang, sulit untuk mengetahui elevasi kemiringan yang tidak menggunakan lantai kerja.(sw).

 

 

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru