Mendengar adanya dugaan Beras yang tidak layak dikonsumsi, Wakasub bersama jajarannya turun ke loksasi untuk memastikan kebenaran berita tersebut. Namun setelah sampai di lokasi, Tim Bulog tidak menemukan apa yang telah diberitakan.
“Saat itu juga kami turun ke lapangan, mengecek kebenarannya. Tapi ternyata di Desa Sumber Kemuning tidak ada raskin yang tidak layak dikonsumsi masyarakat, semuanya bagus dan medium Beras standart,” kata Samiran, kepada Suara Publik. (16/7), yang mewakili Kasub. Arjun Ansor Siregar.
Namun ia mengakui bahwa memang ada Beras yang kurang baik, karena luput dari sortiran petugas gudang, dan itu tidak mencapai puluhan kilo. Sehingga pihak Bulog berencana mau menukarnya dengan warga.
“Oleh karena itu, kami sudah melakukan upaya-upaya dari mulai pemeliharaan Beras, penyortiran dan pendistribusian kepada, dan kami pastikan beras yang dikirim kepada masyarakat adalah bagus,” ujarnya.
Menurutnya, Beras Bulog yang akan didistribusikan kepada warga tidak langsung diberikan begitu saja, tapi masih dilakukan pemeriksaan layak dan tidaknya Beras itu untuk dikirim, termasuk kuantias dan kualitasnya, sehingga dipatikan beras itu dalam kondisi baik.
“Jadi, Bulog tidak mungkin mendistribusikan Beras yang tidak layak, karena sebelum didistribusikan kepada masyarakat ada tahapan-tahapan pemeriksaan Beras, hingga pengirimannya,” tegasnya.
Selain itu, Bulog juga telah meminta klarifikasi kepada Kepala Desa Sumber Kemuning bahwa foto yang ada di koran bukan gambar warganya, karena ia tidak kenal. Dan termasuk beras yang diterima warganya juga relatif bagus.
“Untuk itu saya minta kepada masyarakat apabila menerima beras yang kurang baik, segera laporkan kepada kepala desa setempat dan kemudian dilaporkan ke Bulog untuk ditukar, sehingga tidak ada bisa yang menimbulkan fitnah, kalau beras itu tidak bagus,” imbuhnya. (her)
Editor : Pak RW