Seumur Jagung, Tangkis Laut Rp. 42 M

suara-publik.com

PAMEKASAN(suara-publik.com)-Proyek Tangkis Laut yang diprediksikan tidak bakal bertahan lama, kini terbukti. Mega proyek dengan dana Rp. 42 Milyar yang bersumber dari APBN tersebut memang dikerjakan asal-asalan. Baru selesai dirampungkan, tangkis laut tersebut kini sudah jebol. Akibatnya, warga di bibir pantai Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan kembali resah, lantaran terancam terjangan ombak.

 

Menurut Jailani dan H. Sausin, warga setempat yang rumahnya pernah hancur terkena terjangan ombak, kepada suara-publik.com (Suara Publik Grup) berharap agar rumahnya tidak terkena terjangan ombak lagi. “Kami berharap bisa lepas dari rasa kuatir, sehingga bisa hidup tentram walau rumah kami tepat di bibir pantai,” tuturnya.

 

Ia menilai, tangkis laut yang menghabiskan uang rakyat puluhan milyar tidak sesuai dengan harapan warga. “Terbukti kemarin (Rabu 6/8 ) jebol lagi dan sangat parah. Ini hanya diterjang ombak yang belum seberapa keras, bagaimana nanti kalau sudah angin Barat di bulan November sampai Maret? Bagaimana kami bisa menikmati hidup dengan damai dan sejahtera, kalau dirundung rasa was-was, terlebih pada malam hari? tanya Jailani, yang mewakili warga sekitar pantai.

 

Kepala DesaTlontoraja, Didik Darmadi, ST, saat ditemui di rumahnya mengatakan, dirinya selaku kepala desa selalu berdoa untuk kepentingan rakyat di bibir pantai. “Semoga Alloh memberikan jalan. Agar sebelum jatuh tempo batas waktu pemeliharaan, menguji kualitasnya dengan terjangan ombak yang cukup besar, biar warga saya bisa menikmati sesuai harapannya, walaupun pengerjaannya diduga asal-asalan,” ucapnya. 

 

Pimpinan Komnas PKPU Pamekasan, H. Zaenal Fatah mengatakan, pihaknya mempunyai kewenangan sebagai pengawas Barang beredar dan/ Jasa, terkait jebolnya mega proyek yang pelaksananya dilakukan PT. Nindiya Karya milik BUMN.

 

“Diduga kesalahan selain dari pegerjaannya tidak memperhatikan kualitas bahan yang dipakai, atau tidak sesuai spesifikasinya juga terletak pada tehnisnya. Kami bisa mengatakan demikian, karena mengikuti mulai dari pengukuran oleh PU Pengairan Provinsi Jawa Timur,  hingga selesai,” akunya.

 

Ia juga mendesak agar pelaksana pengerjaan mega proyek tangkis laut yang baru selesai Tiga bulan tersebut harus bertanggung jawab. “Karena dana yang dipakai adalah uang rakyat,” tegasnya. (zai)

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru