“Seperti pembuatan pondasi yang tidak menggunakan batu kali, melainkan menggunakan bahan batu gunung dari galian C,” kata sumber. Ditambahkan pula, “Bahkan bahan yang dipakai untuk penutup atap menggunakan genteng ‘di bawah’ SNI, alias genteng murahan berkualitas rendah.
Sementara temuan yang paling menyimpang adalah pengerjaan rangka atap 2 RKB SMA Negeri 1 Pacet, karena jenis bahan kayu yang digunakan untuk reng, usuk, nok, gording dan kuda – kuda ‘bukan’ bahan kayu jenis kamper, melainkan bahan kayu jenis kruing, alias bahan kayu jenis ‘meranti batu.’
Kepala SMA Negeri 1 Pacet, Sutoyo. S.Pd. M.Pd mengatakan bahwa ia telah memasang bennernya informasi proyek. “Tapi kalau sekarang tidak ada, itu akibat roboh disapu angin. Dan kalau soal genteng itu gampang mas, nanti genteng yang ada warna hitamnya tersebut, saya cat warna merah semua,” katanya.
Lanjutnya, jadi sampai sekarang saya tidak berani main–main dengan dana bantuan proyek ini. “Bahkan menurut saya, pengerjaan proyek ini termasuk sudah sangat bagus. Karena bahan–bahan kayu yang saya pakai bagus, kuat dan keras, jenis kayu Kruing semua,” ketusnya. (twi)
Editor : Pak RW