PAMEKASAN(suara-publik.com)-SPBU No: 54.693.04 di Desa Sotaber, Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan patut ditindak tegas. Pasalnya, SPBU tersebut lebih mengutamakan melayani jerigen, ketimbang sepeda motor. Parahnya lagi, ada uang tambahan Rp.50,- per-liternya. Padahal, ada petugas keamanan dari kepolisian yang ditugaskan di sana.
Pengakuan sumber di lapangan, SPBU ini setiap harinya lebih mengutamakan jerigen hingga antri sampai Sepuluh mobil yang semuanya membawa jerigen. “Padahal di mesin pompa telah diberi larangan, dan bahkan Peraturan Bupati menyebutkan agar setiap orang yang mempunyai izin hanya diperbolehkan membeli 70 liter setiap harinya, dan ini diabaikan oleh pihak SPBU, malah melayani dari luar daerah,” paparnya.
“Setiap saya membeli BBM di SPBU Sotaber, pasti ada tambahan membayar lebih dari harga yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp. 50,- per-liternya," akunya.
petugas
keamanan dari kepolisian yang di tugaskan hanya bisa melihat."Jelas
pelanggan yang menyembunyikan statusnya.
Osman, pihak dari SPBU ketika dikonfirmasi via menyatakan bahwa semua sama-sama dilayani, antara Jerigen dan mobil, walaupun antrian sampai ratusan meter di luar halaman SPBU.
“Karena untuk jerigen ada yang dari Kabupaten Sampang dan Bangkalan," jelas Osman. Namun ia terkesan bingung menjawab ketika ditanya soal kebenaran adanya tambahan Rp. 50,- per-liternya. "Lebih jelasnya anda menemuai Pak Ahmad," tandasnya, sembari menutup selulernya.
KOMNAS PKPU Cabang Pamekasan yang diwakili oleh divisi Humas, Moh. Sadik, angkat bicara. “Menurut prosedur sebenarnya SPBU tidak dibenarkan mengisi selain kendaraan bermotor. Akan tetapi karena kebutuhan semua konsumen umum terlebih nelayan untuk melaut menangkap ikan,” jelasnya.
Masih Sadik, karena SPDN yang ada di Tlontoraja hanya melayani Dua orang yang berstatus pengepul. Pihak SPBU harus bisa mengatur pastinya pada jam dimana masyarakat beraktifitas dari pukul 6.00 WIB hingga 17.00 WIB.
“Jangan sampai kosong dan jangan memungut Rp. 50,- per-liternya! Walaupun menyimpang, tetapi semua konsumen terpenuhi, dan kalau tidak bisa seperti itu pasti bermasalah," tegasnya. (zai)
Editor : Pak RW