Proyek Arisan di Pematusan, Pemenang Sudah Dipastikan

suara-publik.com
SURABAYA(suara-publik.com)- Lelang proyek Dinas PU. Bina Marga Dan Pematusan (DPUBMP) Pemkot Surabaya, diduga setiap tahunnya tak ubahnya seperti arisan. Jauh hari pemenangnya sudah dapat dipastikan, dan ada 7 kontraktor raksasa yang bermain di dalamnya. Ironisnya, fenomena seperti ini sudah berjalan cukup lama.

 

Hal ini sebagaimana hasil Ep roc LPSE Kota Surabaya setiap tahunnya, dimana sebagai pemenang proyek-proyek besar saluran permanen dengan material yang dipakai beton precast U-Gutter, yang menggunakan beton berbagai ukuran.

 

Disinyalir, pemenangan proyek setiap tahunnya tidak perlu lagi dilakukan lelang yang transparan melalui penawaran kontraktor secara fair. Hal tersebut hanya dilakukan di ULP, sebagai persyaratan formalitas saja.

 

Kontaktor-Kontraktor yang lainnya tidak sama sekali dapat sinergi untuk bisa memenangkan lelang proyek dengan paket nilai yang besar, Kontraktor yang lain hanya bisa mengikuti lelang-lelang dengan nilai-nilai yang kecil saja.

 

Menurut sumber, kinerja kontraktor rekanan DPUBMP Pemkot Surabaya, setiap tahunnya masih saja menghasilkan pekerjaan-pekerjaan yang menyimpang dari bestek dan spesifikasi mutu bahan, serta langkah kerja.

 

Seharusnya, kata sumber, mereka dalam bekerja mengacu nilai satuan proyek dan nilai harga satuan bahan yang digunakan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).

 

“Malahan hasil fisik yang masih terkendala di lapangan selama pelaksanaan berjalan, tidak sekalipun mendapat hasil pengawasan yang maksimal dari konsultan supervisi maupun lingkup dinas,” paparnya.     

 

Ditambahkan pula, “Di lapangan, dari hasil kinerja tiap-tiap kontraktor yang melaksanakan dengan nilai kontrak cukup besar di bidang pematusan, hanya berputar dari kontraktor yang bisa dipastikan hanya itu-itu saja setiap tahun yang keluar sebagai pemenangnya,” tandasnya.

 

Senada disampaikan salah satu kontraktor, yang sekarang menggarap saluran berbahan beton precast U-gutter. melalui seluler mengaku bekerja atas perusahaan kontraktor rekanan arisan, bukan miliknya sendiri, Senin (22/9/2014).

 

“Bagaimana lagi, saya hanya bekerja sesuai petunjuk yang diberikan dari kontraktor pemilik bendera ini. Anda tahu sendiri, proyek-proyek saluran di Surabaya ini pemenangnya sudah paten, jadi kita tidak dapat lagi dapat porsi di dalamnya untuk ikut mengerjakan,” gerutunya.

 

Ditambahkan pula, “Kalau mau ya seperti ini, kita siap menjadi Sub kontraktornya saja. Ya sampeyan mungkin juga sudah tahu, selalu Tujuh kontraktor itu yang mendominasi pemenangan proyek-proyek saluran di Kota Surabaya,” imbuhnya.

 

Lanjut kontraktor, bahwa proyek terutama saluran, dengan nilai puluhan milyar sudah dapat dipastikan pemenangnya jauh hari sebelum tahun anggaran APBD bergulir, jadi untuk kontraktor lainnya yang mau ikut lelang tidak mungkin dapat porsi tersebut.

 

Sistim lelang arisan yang telah berlangsung cukup lama ini mungkin sengaja dilestarikan DPUBMP. Terbukti Kepala DPUBMP, Ir. Erna purnawati, MT, maupun Kabid Pematusan, Syamsul Harriadi., ST., MT, tetap enggan ditemui oleh Suara Publik Grup. (sw). Foto : Salah satu proyek Box Culvert, yang disubkan kepada kontraktor lain.

 

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru