Posyandu merupakan wujud nyata dan peran serta masyarakat dalam peningkatan dan pemeliharaan kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan status gizi masyarakat. Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan yang juga berasal dari masyarakat, dikelola oleh masyarakat dan untuk masyarakat memiliki kegiatan utama yaitu menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengatakan, angka kematian ibu yang ada di Kabupaten Kediri. “Pada 2012 jumlah kematian ibu sebesar 37 kematian. Pada 2013 terjadi penurunan yang tidak begitu signifikan yaitu sebesar 34 kematian.
Sedangkan pada 2014 sampai dengan September ini, kematian ibu mengalami penurunan yang sangat tajam yaitu 10 kematian. Patut kita syukuri walaupun masih perlu upaya dan kerja keras untuk mencapai angka nol,” ungkapnya.
Kepada ibu-ibu yang menyusui untuk menggunakan Asi Eksklusif, menurutnya upaya pemenuhan gizi pada bayi agar dapat tumbuh secara optimal menjadi generasi yang sehat dan cerdas melalui pemberian ASI Eksklusif.
Selain itu, ASI juga mengandung zat yang berfungsi sebagai antibody yang sangat bermanfaat untuk kekebalan tubuh anak. Zat antibody ini tidak akan didapatkan dari susu pabrik.
“Melalui revitalisasi posyandu diberharap, kader-kader posyandu akan lebih meningkatkan perannya dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Diantaranya dengan melakukan deteksi dini dan memantau perkembangan risiko tinggi pada ibu hamil. Juga mendata dan menyampaikan informasi kepada ibu hamil baru. Memotivasi ibu hamil agar diperiksa secara rutin, dan memberi pemahaman bahwa ibu yang sehat akan melahirkan bayi yang sehat,” harapnya. (hms,gus)
Editor : Pak RW