Wisata Waduk Selorejo Dibuka lagi

suara-publik.com

MALANG,suara-publik.com,- Lokasi wisata Bendungan Selorejo sempat lumpuh total, pasca erupsi Gunung Kelud Februari 2014 lalu. Tidak hanya kondisi waduk, fasilitas wisata lainnya seperti penginapan dan hotel juga mengalami kerusakan parah. Namun sejak 1 Juni 2015, para wisatawan dapat kembali menikmati keindahan Waduk di Kecematan Ngantang, Kabupaten Malang ini.

 

“Wisata Bendungan Selorejo ini sudah mulai buka lagi 1 Juni kemarin setelah vakum pasca erupsi Kelud lebih dari Setahun. Awalnya setelah erupsi, Tiga bulan kami cuma bersih-bersih karena bangunan banyak yang rusak. Tapi setelah perbaikan selesai, sekarang sudah dibuka lagi,” kata Marketing Wisata Waduk Selorejo, Widya Rini saat ditemui, Kamis (11/6).

 

Walaupun sudah dibuka kembali untuk umum, tingkat kunjungan wisatawan belum kembali normal seperti sebelum erupsi. Dikatakannya, okupansi (tingkat hunian kamar) penginapan dan hotel sekarang masih 60 persen. Sebelumnya bisa mencapai 70 persen.

 

Dari jumlah pengunjung, lanjut Rini, dulu sebulan bisa mencapai 12 ribu orang. Untuk saat ini, pihaknya belum bisa menghitung karena baru berjalan 11 hari kerja. Kendati demikian, lanjutnya, kunjungan wisatawan juga mulai banyak, terlebih waktu weekend (akhir pekan).

 

Pembenahan yang dilakukan Perum Jassa Tirta (PJT) I sebagai pihak pengelola wisata cukup banyak. Mulai dari perbaikan penginapan, hotel, kolam renang, wahana permainan, serta sentra pedagang yang kini telah dibuatkan bangunan permanen dengan ukuran yang lebih besar dari sebelumnya.

 

Rehabilitasi tak hanya membenahi fasilitas wisata, tapi juga merehab kantor PJT I yang rusak akibat material vulkanik Kelud. Selain itu, pembersihan waduk dari sedimentasi berupa pasir dan lumpur pasca erupsi hingga kini terus dilakukan.

 

Dari pantauan di lokasi waduk, penyedotan sedimentasi dilakukan menggunakan kapal keruk. Dalam sejam, sedimentasi yang bisa disedot mencapai 100-110 meter kubik per jam. Dalam sehari mesim dioperasikan sekitar 8 jam, sehingga sedimentasi yang diambil bisa mencapai lebih dari 800 meter kubik per hari.

 

Sedimentasi tersebut lalu ditampung di spoilbank (bak penampungan) yang berkapasitas 10 ribu meter kubik. Setelahnya, lumpur di spoilbank yang mengering bisa digunakan sebagai bahan urukan bangunan. (ono)

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru