Investigasi suara-publik.com di lapangan pada 4 hingga 20 Agustus menduga ada kejanggalan. Sebagaimana disampaikan sumber di lapangan yang enggan disebut namanya memperkirakan, pengerjaan tembok penahan tanah JIS Ketintang, di bagian bawah (tepatnya pada atas pondasi) sampai dari ketinggian sekitar 0,5 Meter dipasang dengan ketebalan kurang lebih 45 centi meter. “Pada bagian ketinggian kurang lebih 0,5 meter sampai dari sekitar 1 meter, ketebalannya dipasang sekitar 30 centi meter,” akunya.
Selain itu, lanjutnya, di bagian ketinggian sekitar 1 Meter sampai dari lebih 1 Meter, ketebalannya dikerjakan sekitar 20 centi meter. Namun untuk di bagian ketinggian lebih 1 Meter sampai dari 2 Meter, ketebalannya dipasang 30 centi meter. “Ukuran campuran pasangan batu tembok penahan tanah yang telah dibuat oleh pegawai CV. Dhana Pratama, ada dugaan kuat komposisi pasir dan semennya tidak sesuai ketentuan,” imbuhnya.
Sementara menurut Konsultan Pengawas Rehabilitasi JIS Ketintang, Sumarno menjelaskan tidak sesuai dengan di lapangan. Menurutnya, ketebalan lantai DAM itu 30 centi meter, ketebalan plengsengan tembok penahan tanah di bagian bawah pada atas pondasi, tebalnya 60 centi meter, serta ketebalan plengsengan di bagian atas mencapai 30 centi meter,” paparnya.
Diakui Sumarno, ukuran kedalamannya pondasi plengsengan tersebut relatif. Ada yang kedalaman 50 centi meter dan 60 centi meter. “Tapi untuk di sini, kedalamannya harus mencapai tanah yang keras, sehingga kedalamannya pondasi yang ada di sini diperkirakan sampai mencapai 110 centi meter,“ terang Sumarno.
Ditambahkannya, ukuran campuran pasangan batu pada plengsengan itu ukurannya specy 1 sak semen : 4 kotak pasir. “Tapi kalau untuk ukuran campurannya strikan plengsengan dan lantai DAM itu, ukurannya specy 1 sak semen : 2 kotak pasir,” tegasnya.
Sampai berita ini diturunkan, Pimpinan CV. Dhana Pratama belum dapat ditemui untuk dikonfirmasi. (Twi).
Editor : Pak RW