SURABAYA - SUARA PUBLIK. Pelaku kejahatan 3C (curas, curat,
curanmor)di Kota Surabaya menggila. Bahkan pelaku tidak peduli siapa korbannya.
Buktinya, kasus curanmor menimpa Kanit Idik II Satreskoba Polrestabes Surabaya,
AKP M. Akhyar. Peristiwa itu terjadi Jumat (01/04/2016) pagi sekitar pukul
07.35 Wib. Bahkan, pelaku beraksi dalam kondisi TKP sedang ramai.
Peristiwa itu berawal ketika motor Honda Vario yang biasa digunakan oleh Ilyas
Satya Anugrah, anak kedua Akhyar untuk kuliah itu, diparkir di kos-kosan Jalan
Gubeng Kertajaya XIII-A. Ya, anak perwira polisi ini memang menjadi mahasiswa
psikologi Unair dan indekos di TKP. ”Diduga pelaku tidak beraksi sendirian dan
merupakan komplotan spesialis ranmor yang menyasar kos-kosan,” kata
Kanitreskrim Polsek Gubeng AKP I Made Wasa.
Asumsi tersebut didasari aksi pelaku yang tergolong cepat. Pelaku merusak kunci
gembok dan langsung merusak rumah kunci motor bewarna putih itu. Diperkirakan,
aksinya hanya berlangsung lima menit. Bahkan, pelaku beraksi pada jam-jam sibuk.
Sehingga diduga pelaku telah melakukan pengintaian terlebih dahulu di rumah kos
tersebut. ”Kami masih memeriksa para saksi di lokasi dan mempelajari kembali
modus yang digunakan pelaku,” imbuh Made.
Wilayah Polsek Gubeng memang menjadi lahan subur bagi para pelaku kejahatan
Curanmor. Namun, sejumlah pelaku sudah berhasil diringkus anggota Crime Hunter.
Seperti komplotan Zainal Rosi yang sudah beraksi di empat TKP. Dalam
penangkapan tersebut, polisi bahkan telah menembak pelaku karena mencoba
melarikan diri. Meskipun telah ditindak tegas, tetapi pelaku lain tidak jera.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kanit Idik II Satreskoba Polrestabes
Surabaya, AKP Akhyar membenarkan laporan tersebut. ”Iya memang benar motor yang
dibawa anak saya, telah hilang dicuri,” ucap Akhyar jum'at (01/4).
Akhyar menyerahkan proses penyelesaikan kasus tersebut sepenuhnya ke Polsek
gubeng. ”Semoga pelakunya cepat tertangkap dan saya serahkan ke Unit Reskrim
Gubeng,” terangnya.(TOM)
Editor : Pak RW