SURABAYA - SUARA PUBLIK. Kasus meninggalnya DJ Aditya di jalan Bung Tomo Surabaya, yang terjadi pada 2015 lalu akibat dikeroyok geng balap liar motor. Nampaknya tidak membuat jera para kelompok pembalap liar lainnya. Buktinya, penganiayaan disertai pengeroyokan kembali terjadi di Jalan Sememi, tepatnya di depan Pasar Moroseneng, Benowo pada minggu dini hari. Setelah menghadang jalan raya saat balapan, kelompok balap liar ini justru menusuk seorang remaja bernama Prasetyo Aldi Wibowo (17).
Prasetyo siswa kelas X SMA asal Pondok Benowo Indah ini pun
harus menderita 3 (tiga) luka tusuk dan harus menjalani operasi di RSU dr
Soetomo. Peristiwa itu bermula saat korban dan tiga rekannya hendak pulang dari
acara hajatan keluarganya di wilayah Balongsari. Minggu (03/04/2016) sekitar
pukul 03.00 Wib, saat korban melintas di Jalan Sememi, tepat di depan Pasar
Moroseneng. Korban dan dua temannya tiba-tiba dihadang segerombolan anak muda
yang saat itu sedang mengadakan balap liar. "Entah awalnya seperti apa,
anak saya (Prasetyo Aldi Wibowo, red) tiba-tiba ditusuk oleh gerombolan
pembalap itu," ungkap Nathan (39), ayah kandung korban saat ditemui di RSU
dr Soetomo, Surabaya pagi tadi.
Nathan menambahkan, anak pertama dari dua anaknya tersebut menderita luka pada
pundak bagian kiri atas, hingga tembus, bagian belikat kiri serta pada punggung
bagian tengah kiri. "Akhirnya, saya membawa anak saya ke RSU dr Soetomo.
Kata dokter, ada cairan dan udara yang masuk ke dalam bagian dalam organ tubuh.
Sehingga anak saya sempat sesak nafas. Dan sekarang sudah selesai operasi.
Meski anak saya sekarang sudah sadar, tapi belum banyak bercerita tentang
kejadian yang menimpanya," imbuhnya.
Nathan kembali bercerita tentang awal kejadian yang menimpa anaknya tersebut.
Usai menusuk anaknya, gerombolan pembalap itu langsung membubarkan diri.
Sedangkan anaknya beserta kedua temannya langsung menuju Mapolsek Benowo yang
hanya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Sayang, waktu itu,
laporan teman anaknya, ditolak oleh anggota SPKT Polsek Benowo tanpa alasan
yang jelas. "Biar saya konsentrasi pada kesembuhan anak saya. Soal laporan
kembali atau tidak, saya fikir nanti. Tapi, intinya saya kecewa dengan
pelayanan Polsek Benowo," cetus" pria berkacamata ini.
Selain itu, lanjut Nathan, meskipun sudah menjalani operasi, kini, anaknya
masih harus menjalani perawatan intensif. Sebab, luka tembus pada punggung kiri
anaknya, harus dipasang selang, untuk mengeluarkan cairan dan udara yang
sebelumnya sudah masuk ke organ dalam tubuh anaknya. Tidak hanya tubuh anaknya
yang menjadi korban. Namun, motor Honda Beat warna putih yang saat itu
dikendarai anaknya, akhirnya rusak pada bagian speedometer dan dhasboard.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Benowo Kompol Sofwan mengakui jika hingga siang
kemarin, memang pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban. Namun saat
ditanya terkait penolakan yang dilakukan anggotanya tersebut, pihaknya akan
memanggil anggota SPKT yang saat itu sedang piket. "Saat ini, kami sedang
di RSU dr Soetomo untuk meminta keterangan korban sekaligus membuatkan laporan
korban. Dan kami akan menempuh langkah visum terhadap luka yang dialami
korban," dalihnya.
Kompol Sofwan bahkan mengaku, dirinya baru mengetahui ada peristiwa tersebut,
setelah dirinya ditelepon oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Iman
Sumantri. Dirinya menduga, kejadian tersebut bukan murni balap liar, melainkan
diduga ada motif lain. Sebab menurutnya, di TKP selama ini tidak pernah digelar
acara balapan liar. "Di wilayah saya, memang ada titik-titik balapan liar,
seperti di kawasan RS BDH. Tapi untuk kawasan di TKP, beluim pernah ada laporan
tentang balap liar," elaknya lagi.
Namun, kendati begitu. Kini pihaknya akan mendalami kasus tersebut. Selain akan
meminta keterangan korban dan rekan-rekannya, pihaknya juga akan meminta
keterangan saksi warga di lokasi kejadian. "Yang pasti, kasusnya akan kami
tangani. Jika petunjuk tentang pelaku sudah jelas, tentunya, kami akan
melakukan pengejaran dan penangkapan," pungkasnya. (TOM)
Editor : Pak RW