Meresahkan Warga, Sepsialis Ranmor R2 di Dor.

suara-publik.com

SURABAYA - SUARA PUBLIK. Sekian banyak pelaku Curas (pencurian dan kekerasan) di wilayah Surabaya yang ditindak tegas aparat. Termasuk harus di tembak mati karena mau melawan, jasadnya dikirim ke kamar mayat Rumah sakit. Semua itu  tidak membuat ciut hati para kawanan pelaku curas yang selama ini melakukan tindak kejahatan.

Seperti halnya yang terjadi dini hari tadi sekitar pukul 01.30 wib (16/4/2016). Unit Jatanras harus menembak dua orang Spesialis pelaku curas (pencurian dan kekerasan) yang selama ini sudah meresahkan masyarakat Surabaya. Ke dua pelaku itu adalah,Sugianto alias Kotis warga Donowati IV / 20 Surabaya dan Marchel warga Kedondong Gg buntu Surabaya.  

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete menjelaskan, kejadian ini berawal ketika mendengarkan informasi dari masyarakat yang melaporkan ke radio swasta yang terkenal di surabaya ini. Yakni sekitar pukul 24.00 wib. Dalam siaran itu, telah terjadi percobaan tindak kejahatan curas di jalan Raya Satelit Selatan Surabaya.

Mengetahui kejadian tersebut, anggota Unit Jatanras Polrestabes Surabaya, langsung bergerak cepat dengan melaksanakan pemantauan situasi dan antisipasi kejadian 3C, di Jalan HR. Muhammad. "Sebelumnya itu petugas mendengar informasi dari radio Swasta  bahwa telah terjadi percobaan perampasan ranmor R2 di Jalan Dukuh Kupang," terang Takdir sabtu (16/4).

Selanjutnya, petugas yang beranggotakan sekitar puluhan orang dari Unit Jatanras ,yang di komandoi AKP. Ade Waroka, Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya. Langsung melakukan penyisiran dijalur yang di sinyalir dilewati oleh para pelaku tersebut . tak lama kemudian, tepat di jalan Raya Sukomanunggal Jaya terlihat dua orang pelaku dengan Ciri-ciri yang mirip seperti yang disiarkan oleh radio Swasta tersebut. Dengan menggunakan sepeda motor protolan dan tanpa plat nomor serta pengendara sesuai dengan ciri yang disiarkan," tambahnya.

Mengetahui hal itu, petugas langsung melakukan pengejaran dan menghentikan paksa kepada kedua pelaku. Ketika Pada saat dihentikan, kedua pelaku spontan melakukan perlawanan dan menyerang petugas dengan menggunakan sajam jenis clurit dan pisau penghabisan.

Akhirnya, dalam situasi terdesak dan mengancam keselamatan jiwa, petugas mundur 3 langkah dan menghindar sambil mengeluarkan tembakan peringatan ke udara Namun. Peringatan tersebut tidak dihiraukan oleh kedua pelaku. Mereka tetap nekat menyerang petugas, akhirnya petugas melakukan tindakan tegas dengan menembak kesasarannya untuk menghentikan serangan pelaku. Namun, tembakan tersebut tepat mengenai dada pelaku sebelah kiri hingga pelaku tersungkur.

Pergerakan cepat langsung dilakukan, dengan kekompakkan tim, petugas kemudian melakukan pengecekan terhadap kondisi kedua pelaku tersebut. Dan dilakukan pertolongan pertama di TKP, kemudian, ke dua pelaku langsung dilarikan ke RSU dr.Soetomo, Surabaya, untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, belum sampai di rumah sakit, ke dua pelaku tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSU Dr.Soetomo.

Selanjutnya, oleh pihak RSU Dr.Soetomo, kedua pelaku langsung dilarikan ke kamar unit identifikasi, untuk mendapatkan penanganan. Setelah menunggu sekitar  beberapa jam saat dilakukan identifikasi, ternyata kedua pelaku tersebut adalah para Residivis yang sering keluar masuk penjara.

Ke dua pelaku ini adalah, pelaku curas (pencurian dan kekerasan) kendaraan bermotor, yang dilakukan yang pernah beraksi di Dukuh Kupang gang 1 pada 18 januari 2016 lalu. Dengan cara membacok kepala korban, hingga terluka parah dan Kemudian korban di rawat di rumah saikt dengan 4 jahitan di kepala. Tak hanya itu, sepeda motor Honda Beat milik korban juga di ambil oleh kedua tersangka ini. "Ke dua tersangka ini juga sering masuk penjara, seperti halnya Sugiyanto sudah 6 kali masuk penjara dan Marchel 4 kali, yakni dengan kasus yang sama," pungkasnya.

Sementara itu, dari tangan ke dua pelaku naas tersebut, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti diantaranya, sebilah pisau penghabisan, sebilah clurit, satu unit sepeda motor Suzuki Tornado (protolan), dan satu buah akik yang tertali rapi di perut bagian bawa salah satu tersangka, "Mungkin ini jimatnya," tutup Takdir. (TOM)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru