SURABAYA - SUARA PUBLIK. Kejahatan jalanan di Surabaya masih
marak, Chairul Anam (20) hampir kehilangan motor Mio nopol L 4723 SF miliknya. Saat
dirinya melintas di Jalan Darmo, Jumat (22/4/2016) pukul 05.00 WIB. Tapi empat
begal kali ini bernasib kurang mujur, gagal merampas motor warga Wonorejo.
Dari empat begal ini, satu pelaku harus mendekam di sel Mapolsek Tegalsari,
yaitu M Yusuf (23). Warga Sampang ditinggal tiga temannya saat berusaha
merampas motor korban.
Informasi yang dihimpun Suara Publik, korban melintas di lokasi dari selatan ke
utara. Saat tiba di lokasi, motor korban dipepet empat orang yang mengendari
dua motor. Tiba-tiba satu pelaku mendorong motor korban sehingga korban
terjatuh dari motornya.
“Tersangka turun dari motornya untuk merampas motor korban. Sedangkan tersangka
lain diatas motor,” kata Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily
Djafar.
Melihat pelaku yang akan merampas motornya, korban bangkit dan mendekati
tersangka. Chairul langsung mengajak duel tersangka. Tersangka pun meladeni
tantangan Chairul. Korban dan tersangka sama-sama babak belur.
Saat dua pemuda ini sedang bertengkar, anggota Polsek Tegalsari melintas di
lokasi. Yusuf langsung mendekati tiga temannya untuk melarikan diri. Tapi tiga
temannya tidak mau mengambil resiko. Mereka meninggalkan Yusuf di lokasi. Petugas
langsung mengeler tersangka ke Mapolsek.
Mantan Kasubag Humas Polres Tanjung Perak ini mengungkapkan tersangka mengaku
baru beraksi sekali. Tapi pihaknya tidak yakin tersangka dan komplotannya
beraksi hanya sekali. Sebab, tersangka dan komplotannya cukup lihai merampas
motor korban.
“Kami masih lidik dulu. Kami juga sedang mengejar tersangka lain,” tambahnya. Tegalsari sangat rawan kejahatan jalanan. Sebelumnya penjahat jalanan
menjambret tas milik Sonia Aprilia Giovani (22) di Jalan WR Supratman. Sonia
dan ayahnya, Wilson Unggul Pasaribu (59) meninggal di lokasi. Sebab, motor yang
dikemudikan Wilson menabrak pembatas jalan.(TOM)
Editor : Pak RW