SURABAYA - SUARA PUBLIK. Muhammad Kennyl Pratama(18)
terpaksa dilarikan ke rumah sakit atas luka bacok dan memar yang dideritanya.
Dia tersungkur setelah dikeroyok tiga orang saat dirinya tengah nongkrong
disebuah warkop (giras) di jalan Krembangan Besar. Tepat di belakang Giant
jalan Rajawali, tiga orang menganiaya korban menggunakan balok kayu, paving dan
pisau dapur.
Kejadian pengeroyokan itu terkesan membabi buta, dan berlangsung beberapa hari
lalu. Entah atas dasar apa, tiga orang yang diketahui bernama Satria, Muhammad
Ismail dan Muhammad Heru Iswanto tiba-tiba menyerang Muhammad Kennyl Pratama.
Korban yang saat itu sedang duduk di warung giras tiba-tiba didatangi pelaku
Ismail. Tanpa banyak kata, Ismail langsung memukul korban dibagian kepala,
menggunakan balok kayu. Ketika korban berusaha melawan, pelaku Satria, ikut
memukul menggunakan batu paving.
"Bahkan, pelaku atas nama Muhammad Heru langsung membacok bagian kepala
korban, menggunakan pisau dapur. Selanjutnya, ketika Muhammad Heru hendak
kembali membacok korban, pisau tersebut justru mengenai tangan abah Siri. Abah
Siri pun mengalami luka sobek dibagian tangan," sebut Kanit Jatanras
Polrestabes Surabaya, AKP Ade Waroka, Kamis (28/04/2016).
Memang, kasus tersebut ditangani oleh Unit Jatanras. Sesaat setelah menerima
laporan kejadian, unit ini langsung ke TKP. Setelah mengevakusi korban ke rumah
sakit dan meminta sedikit keterangan, tim Jatanras langsung memburu para
pelaku. Hasilnya, dua diantara tiga pelaku, berhasil ditangkap. Keduanya adalah
Muhammad Ismail dan Muhammad Heru Iswanto. "Sedangkan pelaku atas nama
Satria, masih kita buru," imbuh AKP Ade.
Hingga saat ini, Unit Jatanras masih melakukan pengembangan terkait kasus
tersebut. Selain mengorek keterangan dari para pelaku yang sudah tertangkap,
Unit Jatanras juga masih fokus pada motif kejadian. "Yang pasti, untuk
sementara, kedua pelaku ini telah melakukan tindakan melawan pasal 170 KUHP
tentang pengeroyokan," tandasnya.(TOM)
Editor : Pak RW