suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pria Asal Bojonegoro Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kos Desa Gempolkurung, Polisi Dalami Motif

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy

GRESIK, (suara-publik.com) – Warga Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, digegerkan dengan peristiwa seorang pria asal Kabupaten Bojonegoro yang ditemukan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri dengan cara gantung diri di sebuah rumah kos, Kamis (19/6/2026).

Korban diketahui bernama Mohammad Arifin, warga RT 005/RW 002, Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Peristiwa tragis tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi setelah kabar penemuan korban menyebar.

Mendapat laporan dari masyarakat, petugas Polsek Menganti bersama tim terkait langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah proses identifikasi awal, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik guna menjalani visum et repertum sebagai bagian dari penyelidikan.

Ketua RT setempat, Sumarno, yang berada di lokasi kejadian membenarkan bahwa korban merupakan warga asal Kabupaten Bojonegoro yang tinggal sementara di kos tersebut.

"Korban memang berasal dari Bojonegoro. Untuk penyebab maupun permasalahan yang dihadapi korban hingga nekat mengakhiri hidupnya, kami belum mengetahui secara pasti," kata Sumarno.

Sementara, Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman, saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya peristiwa bunuh diri tersebut. Menurutnya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan dugaan kuat akibat gantung diri.

"Benar, telah terjadi peristiwa seorang pria yang diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di sebuah rumah kos di wilayah Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar AKP Arif Rahman.

Hingga berita ini diturunkan, motif yang melatarbelakangi tindakan korban masih belum diketahui. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan pendalaman terhadap berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Kapolsek Menganti mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus ini. Ia meminta warga memberikan ruang bagi aparat kepolisian untuk menuntaskan proses penyelidikan secara profesional.

"Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Serahkan proses penanganan kasus ini kepada kepolisian agar fakta-fakta yang sebenarnya dapat terungkap secara objektif dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," tegasnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian sekaligus mengingatkan pentingnya kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari keluarga maupun menetap seorang diri di tempat kos. (74ck)

Editor :