Lagi, Penjambretan di Wilayah Hukum Tegalsari

suara-publik.com

SURABAYA - SUARA PUBLIK. Arlinda Carol Swift, bule perempuan asal USA (Amerika Serikat) yang tinggal di jalan Anwari, Surabaya hanya bisa bengong. Disaat dua bandit jalanan memotong tas yang dibawanya dengan senjata tajam (sajam). Kejadian itu menimpa Arlinda, Rabu (27/04/2016) sore kemarin sekitar pukul 16.30 Wib, di jalan Trunojoyo, wilayah hukum Polsek Tegalsari. Para bandit jalanan ini benar-benar 'ngece'. Sebab, kejadian ini sudah menjadi kejadi ke-6 selama 10 hari terakhir.

Sujoto, seorang security di jalan tersebut mengaku, dirinya melihat langsung kejadian tersebut. Saat kejadian, ia bersama Budi, seorang satpam rumah pribadi disana. Sujoto menyebut, bule tersebut dijambret pada saat jalan-jalan bersama keluarga besarnya. "Ada tujuh orang saat itu. 2 bule pria, 4 bule wanita dan 1 wanita lokal. Yang dijambret posisinya paling belakang," sebut satpam berjenggot ini, Kamis (28/04/2016).

Dalam waktu bersamaan, lanjut Sujoto, ada dua orang naik motor dari arah selatan. Dua orang yang mengenakan helm teropong ini sempat berhenti didekat pos satpam. Sujoto tidak menyadari bila dua orang ini akan merampas tas bule itu.

Saat rombongan bule ini tiba di lokasi, dua orang langsung mendekat. Pelaku yang dibonceng turun dari motor. Tanpa berkata apa-apa, pelaku langsung menghunuskan pisau sepanjang 30 centimeter. Tangan kanan pelaku menarik tas korban. Sedangkan tangan kirinya memotong tali tas. Pelaku langsung naik ke motor dan meninggalkan lokasi.

Sujoto sempat berteriak "jambret" saat melihat kejadian itu. Tapi korban terlihat bengong. Dia menduga korban kaget terhadap kejadian yang dialaminya. "Kedua pelaku melarikan diri ke arah Jalan Dr Soetomo. Ada warga yang sempat melempar pelaku, tapi tidak kena," tambahnya.

Dari ciri-ciri yang disebutkan Sujoto, pelaku menggunakan motor satria FU warna gelap. Dua orang itu sudah dewasa. Keduanya pakai helm tropong dan menggunakan jaket. "Kami semua tidak berani berbuat apa-apa, karena kedua pelaku membawa senjata tajam. Sedangkan kami hanya berbekal tangan kosong. Terpenting, nyawa korban selamat," ujarnya.

Dari kejadian itu, Arlinda kehilangan tas berisi uang sebesar R 1 juta, ponsel, kartu kredit, kartu asuransi, dan kunci mobil. Meski penjambretan ini terjadi pada Rabu (27/4/2016) petang. Tapi korban baru melapor ke Polrestabes Surabaya pada Rabu malam.

Terpisah, Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Manang Soebeti mengaku sudah menerima laporan korban. Pihaknya pun sudah melakukan olah TKP sore tadi. "Kasus itu saat ini sedang ditangani Unit Jatanras," kata Manang."Imbuhnya kamis (28/4).

Penjahat jalanan sering beraksi di kawasan Tegalsari. Sebelumnya, Sonia Aprilia (22) dan Wislon Unggul Pasaribu (59) meninggal di Jalan WR Supratman. Motor yang dikemudikan warga Jalan Kalibutuh menabrak pembatas jalan karena mengejar penjambret.

Mantan Kapolsek Sawahan ini mengakui kejahatan jalanan sangat meresahkan masyarakat. Manang berjanji akan menindak tegas penjahat jalanan yang sangat meresahkan masyarakat ini. "Kami belum bisa pastikan pelaku di Jalan Trunojoyo sudah berpengalaman atau tidak. Kami masih kumpulkan data dulu," tandasnya.(TOM)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru