SURABAYA - SUARA PUBLIK. Membuatnya enak dan nikmat, namun
setelah jadi tega dan tidak berperikemanusiaan. Mungkin kata itulah yang pantas
untuk orang tua yang tega meninggalkan orok bayinya di dalam kardus dalam
keadaan meninggal dunia. Tidak hanya membuang orok yang diperkirakan berumur 7
bulan kandungan itu. Di dalam kardus itu, orang tua orok bayi ini juga
meninggalkan pesan berupa tulisan. Bagi siapapun yang menemukan diharap sudi menguburkan
orok tersebut. Tak lupa di dalam kardus, ditinggalkan uang sebesar n100 ribu untuk keperluan
mengubur bayai..
'Siapapun yang menguburkan bayi ini, akan mendapat pahala besar'. Itulah
tulisan singkat yang tertera di dalam kardus. Kardus ini pertama kali ditemukan
Sabtu (30/04/2016) malam oleh Risa, penjaga counter HP di jalan KH Amir no 21,
Manukan Kulon Surabaya. Tanpa rasa curiga, kardus yang diletakkan pembuang bayi
di depan counter, akhirnya kardus tersebut dimasukkan Risa ke dalam counternya.
Sebab, counter sudah hendak tutup. "Saya kira kardus itu milik customer
saya. Ya saya simpan. Siapa tahu, besoknya ada yang mengambilnya," ungkap
Risa, Minggu (01/05/2016).
Isi dalam kardus itu mulai terungkap saat Firza, penjaga counter yang kebetulan
sift pagi melihat isi kardus. Minggu (01/05/2016), sekitar pukul 07.00 Wib,
saat Firza membuka counternya, ia mencium bau amis dan sedikit busuk. Firza pun
mencari sumber bau tersebut. Dan ternyata sumber bau itu ada di dalam kardus.
Saat membukanya, Firza kaget, sebab, di dalamnya terdapat orok bayi. "Saya
pun membawa kardus itu ke puskesmas terdekat. Dan benar, isinya orok bayi yang
masih terbalut ari-ari," kata Firza di counternya.
Oleh Puskesmas Manukan Kulon, temuan orok bayi tersebut akhirnya dilaporkan ke
Polsek Tandes. Setelah Unit Reskrim Polsek Tandes memastikan ke Puskesmas dan
mengetahui jika orok itu sudah meninggal. Polsek Tandes akhirnya menghubungi
Tim Identifikasi Polrestabes Surabaya. Setelah dilakukan identifikasi, orok
bayi itu akhirnya dibawa ke kamar mayat RSU dr Soetomo, Surabaya untuk
keperluan visum.
"Atas temuan itu (orok bayi meninggal, red), kami sudah memeriksa sejumlah
saksi. Dugaan kami sementara, orok bayi ini hasil dari hubungan gelap yang memang
sengaja dibuang. Terkait siapa yang membuangnya, kami masih berusaha
melacaknya. Semoga segera terungkap," kata Kapolsek Tandes, Kompol HT
Harahap.(TOM)
Editor : Pak RW