Surabaya - Suara Publik. Kasus perampasan ditengah jalan yang dilakukan kolektor terjadi kembali. Bak pembegal jalanan mengeroyok korbannya dan merampas sepeda motor ditengah jalan, kali ini tak tanggung-tanggung korbannya dari kalangan media. Padahal korban sudah menunjukkan kartu pers nya dan bilang kalau persoalan ini dibicarakan baik-baik saja di kantor.
“saat itu saya mau datang ke undangan rapat dengan beberapa lsm dan media di daerah jagir sidosermo. Disaat saya lewat ngagel tepat didepan AJBS saya dihentikan 6 orang dan mereka bilang dari CS finance. Saya berhenti dan sudah bilang untuk dibicarakan baik-baik, tapi tetap dirampas. Saya akan melaporkan kejadian ini ke Polsek Wonokromo karena TKP perampasan wilayah hukumnya ikut Wonokromo” urai Arofik.
Masih Arofik, dikarenakan kalah jumlah yang diperkirakan 6 orang kolektor. Mereka langsung merampas sepeda motor yang dinaikinya.",saya sudah menjelaskan, kalau saya dari media dan sudah menunjukkan Perscard saya. Saya juga jelaskan besok diurus di kantor finance yang bersangkutan. Tapi tetap dirampas, ya gimana lagi saya kalah jumlah,"tutur arofik korban perampasan yang juga wartawan disalah satu media di surabaya. Kasus seperti ini sudah sering terjadi dan sangat meresahkan masyarakat terlebih lagi konsumen pengkredit sepeda motor atau mobil. Padahal dari Polri pun sudah ada himbauan jika terjadi kasus ini sebaiknya dilaporkan ke pihak yang ber wajib karena termasuk kasus pidana tentang perampasan.(nn)
Editor : Pak RW