SURABAYA - SUARA PUBLIK. Apes dialami maling radiator di
kawasan Tambak Wedi Barat, Minggu (8/5) dinihari. Belum sempat menikmati
hasilnya, keburu tewas dihajar massa.
Maling apes tersebut yakni Amir Ardiansyah (21), warga Jalan Tenggumung Wetan
Gang Jambu. Korban meregang nyawa setelah sempat dirawat di RSUD dr Soetomo.
"Kejadian sekitar pukul 02.00. Begitu ada laporan, anggota ke TKP dan
membawanya ke rumah sakit. Sekitar pukul 05.15, korban tewas," terang
Kanit Reskrim AKP Yudo Hariyono mendampingi Kapolsek Kenjeran Kompol Andi
Yudianto,minggu 8/5/2016.
Tambah Yudo, barang bukti yang diamankan yaitu dua radiator truk senilai Rp 4
juta. "Saat mengambil terdengar salah satu karyawan di tempat jual beli
besi bekas dan kabur. Diteriaki maling massa pun mengepung dan menangkap maling
apes tersebut. Karena seringnya terjadi kemalingan, dengan jengkel massa
menghajar Amir di depan gudang," tambah Yudo lagi.
Informasinya, tersangka diduga beraksi tak hanya seorang diri. Mengingat dari
barang bukti yang dicuri milik Sueb, ukurannya lumayan besar dan berat.
Tersangka beraksi sekitar pukul 02.00. Melihat gudang yang menyimpan besi
rongsokan itu sepi, diam-diam mengendap dan masuk.
Setelah melihat-lihat besi yang bisa dijual lagi, akhirnya tertarik dengan
radiator truk. Karena ukurannya yang besar, begitu diangkat sempat terjatuh
hingga membuat curiga karyawan di sana.
Karena mencurigakan, karyawan itu lalu memeriksa arah suara tersebut. Begitu
terlihat orang tak dikenal, spontan tersangka kabur dan meninggalkan barangnya.
Apes, saat baru keluar dari pergudangan itu ternyata sudah banyak massa yang
berkumpul di sana. Kebetulan tak jauh dari lokasi kejadian, ada haul akbar Al
Khidmah. Tak hanya ditangkap, massa yang jengkel dengan kelakuan tersangka
langsung menghajarnya dengan benda yang ada di sana.
Termasuk benda tumpul yang diarahkan ke arah belakang kepala tersangka yang
mengakibatkan kritis.
Mendapati tersangka sekarat, warga langsung berhamburan dan meninggalkan TKP.
Polisi yang menerima laporan langsung meluncur ke TKP.
Di lokasi sendiri, kondisi tersangka sudah sekarat dan dilarikan ke IRD RSUD dr
Soetomo.
Setelah menjalani perawatan sekitar dua jam, tersangka tewas. Untuk
penyelidikan, polisi meminta pihak keluarga untuk dilakukan visum mengingat
kematian tersangka yang dianggap tak wajar.
Keluarga awalnya sempat menolak, tapi setelah dijelaskan maksud dan tujuan akhirnya
menyetujui.(TOM)
Editor : Pak RW