Kastari Korban Perampasan Truck, Ditemukan Warga Tangan Diikat Mata Dilakban

suara-publik.com

SURABAYA - SUARA PUBLIK. Warga sekitar lingkar emas yang menghubungkan wilayah Pagesangan, Surabaya dan Taman, Sidoarjo, Sabtu (28/05/2016) malam dikejutkan dengan penemuan pria tidak dikenal dalam kondisi tangan diborgol dan mata dilakban. Pria tersebut mengaku sebagai sopir truk asal Rembang, Jawa Tengah. Pria ini mengaku telah menjadi korban perampokan. Truk yang dikendarainya berhasil dibawa kabur empat perampok.

Beruntung, saat sejumlah warga menemukan pria yang mengaku bernama Kastari tersebut, sekitar pukul 18.30 Wib. Jajaran Polsek Gayungan yang hendak melakukan razia, melintas di TKP (lingkar emas, red). Kapolsek Gayungan, Kompol Esti Setija Oetami yang saat itu berada ditengah-tengah anggotanya, langsung memerintahkan untuk berhenti. "Saat melintas, kami mendengar teriakan warga meminta tolong. Dan setelah kami cek, di balik kerumunan warga, ada pria terborgol tangannya dan terlakban matanya," ungkap Kompol Esti, Minggu (29/05/2016).

Mengetahui itu, Kompol Esti dan anggotanya langsung mengevakuasi pria tersebut dan membawanya ke Mapolsek Gayungan. Setelah lakban dibuka, pria ini langsung dipulihkan kondisi fisiknya. Setelah sedikit pulih, pria ini pun dimintai keterangan terkait kejadian yang menimpanya. "Yang pasti, pria itu bernama Kastari, umur 38 tahun, asal Desa Pulo RT 01 RW 01 Kabupaten Rembang, Jawa Tengah," ungkap Kompol Esti.

Dalam keterangannya, Kastari mengatakan, jika dirinya adalah seorang sopir truk cold diesel bernopol K 1391 KH. Kastari mengaku sendirian membawa truck yang mengangkut ikan dari Rembang tersebut. Kastari menyebut, ikan-ikan itu hendak dikirimnya ke wilayah Pantura Lamongan. Namun, entah darimana munculnya, di depan Pabrik 88, Brondong Lamongan dia dihadang sebuah mobil minibus warna silver. "Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 12.30 Wib," kata Kompol Esti menirukan pengakuan Kastari.

Dalam ingatan Kastari, dari mobil yang digunakan para pelaku adalah Xenia atau Avanza. Dalam mobil itu, ada 4 orang. Satu orang membawa trucknya, sementara 3 orang, membawanya di dalam mobil minibus tersebut. Kendati mengaku tidak dianiaya, namun Kastari mengaku, tangannya diborgol oleh pelaku. Bahkan, sesaat kemudian, kedua matanya akhirnya dilakban. Sehingga, Kastari tidak tahu, kemana para pelaku membawanya.

"Setelah pasrah, tiba-tiba korban (Kastari, red) merasa diturunkan oleh para pelaku dan ditinggal sendirian. Setiap ada kendaraan melintas, dia mencoba berteriak minta tolong. Hingga pada akhirnya, ada warga yang menghampirinya. Hingga akhirnya kami temukan dan evakuasi korban," imbuh Kompol Esti.

Selain meminta keterangan korban, pihaknya juga sudah membuatkan laporan polisi (LP) untuk korban. Esti lantas berkoordinasi dengan Satreskrim Polrestabes Surabaya yang dilanjutkan ke Satreskrim Polres Lamongan. Sebab, TKP perampasan itu sendiri, terjadi di Lamongan. "Nanti, LP-nya akan dilimpahkan ke Polres Lamongan. Tapi untuk pengejaran terhadap pelaku, kami (semua anggota Polri, red) bertanggungjawab untuk melakukan koordinasi," tegasnya.

Saat ini, Kastari sang korban sudah dijemput keluarga dan pihak pemilik truk. Kastari pun sudah berada di Rembang. Dan jika LP-nya sudah dilimpahkan ke Polres Lamongan, Kastari akan dimintai keterangan ulang. Hal tersebut dilakukan untuk memperdalam kronologi kejadian berdasarkan keterangan korban.(TOM)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru