JOMBANG, (suara-publik.com) – Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Siman Kabupaten Jombang dan Kabupaten Kediri (Tahap 5) Paket 1 senilai kontrak Rp57,7 miliar tahun anggaran 2023, Plengsengannya ambrol.
Kejadian plengsengan ambrol tersebut, terjadi ditengah pekerjaan sedang berlangsung. “Ini berarti pembangunan konstruksi plengsengan diduga tidak sesuai speknya. Kalau semisal ambrol karena bencana mungkin bisa dimaklumi,“ ujar Sumber.
Baca juga: Pembangunan TPT di Desa Sukorejo Retak, Diduga Campuran Semen Kurang, Minta Diperiksa
Dari pantauan lapangan diketahui, sedikitnya ada 5 titik plengsengan ambrol yang kesemuanya berlokasi dikawasan irigasi Desa Gondek Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Masing-masing titik plengsengan ambrol mencapai diameter panjang antara 10 hingga 50 meter.
Sumber menegaskan, salah satu pemicu plengsengan ambrol diduga karena komposisi bahan semen pada konstruksi bangunan terbilang minim. Tidak hanya itu, semen yang digunakan juga disinyalir tidak memenuhi kualifikasi dan spesifikasi yang ditentukan.
Mengacu Peraturan Menteri PUPR Nomer 1 Tahun 2022, tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, semen yang direkomendir adalah semen dengan berat jenis 3,15 ton/meterkubik.
Seperti pada umumnya adalah Semen Gresik. Semen ini dipastikan lolos kualifikasi Permen PUPR 1/2022 karena memiliki berat jenis 3,15 ton/meterkubik. Sementara sejumlah semen lain seperti Singa Merah, Dinamix Hijau dan juga Semen Padang, disinyalir tidak memenuhi standar yang ditetapkan.
Sedangkan semen Singa Merah, hasil uji laboratorium fisika menunjukkan berat jenis semen ini hanya berada diangka 3,01 ton/meterkubik. Selain tidak memenuhi standar kualifikasi, harga semen Singa Merah di pasar ritel juga relatif lebih murah Rp300 per kilogram dibanding Semen Gresik.
Berdasarkan RAB yang ditetapkan, proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Siman Kabupaten Jombang dan Kabupaten Kediri (Tahap 5) Paket 1 memiliki 4 item pekerjaan pasangan batu. Antaralain pasangan batu dengan mortar tipe N (mutu PP tertentu setara dengan campuran 1 PC : 4 PP) dengan volume 29.515,85 meterkubik.
Baca juga: Miris ! 2 Proyek Kementerian PUPR Senilai 93 M Diduga Gunakan Semen Murahan
Berikutnya, pekerjaan siaran dengan mortar tipe M (setara campuran 1 PC : 2 PP) sebesar 83.014,49 m2, pekerjaan plesteran dengan tebal 1,5 cm dengan mortar tipe N (setara campuran 1 PC : 4 PP) sebesar 8.471,25 m2, serta pekerjaan pasangan batu bekas bongkaran sebesar 674,67 meterkubik.
Sebagaimana ketentuan Permen PUPR 1/2022, item pekerjaan pasangan batu dengan mortar tipe N mematok semen 163 kilogram per meterkubik. Sehingga total kebutuhan semen pada item pekerjaan ini adalah (163 X 29.515,85) 4.811.083,55 kilogram atau 4,8 juta kilogram semen.
“Maka jika item pasangan batu dengan mortar tipe N ini menggunakan semen Singa Merah, negara dipastikan akan merugi sedikitnya (300 X 4.811.083,55) Rp 1.443.325.065 atau hampir tembus Rp 1,5 milyar, “tegas Sumber.
Angka kerugian negara tersebut hanya didasarkan pada pilihan jenis semen yang salah. Sementara ambrolnya plengsengan diduga kuat karena bahan semen yang dituang terlalu minim. “Sehingga angka kerugian menjadi double, “tuturnya.
Meski plengsengan ambrol sudah diperbaiki, tegas Sumber, namun hal itu belum menjelaskan bahwa konstruksi bangunan sudah sesuai spesifikasi. “Pertanyaannya, apakah ruas plengsengan yang tidak ambrol dipastikan lebih kuat? Padahal bahan adonan perekat dibuat sama? “sergahnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Sabtu, (20/1/2024), konfirmasi dari pihak pelaksana yaitu PT Inti Jawa Tehnik maupun pihak PPK, belum berhasil dikantongi. Sementara, Pejabat PPID BBWS Brantas yang dikonfirmasi melalui sambungan whatsapp meminta konfirmasi media dilayangkan melalui surat resmi.
"Terima kasih informasinya mas, agar secepatnya dapat tanggapan dari pimpinan BBWS Brantas, tolong di kirim suratnya njih," ujar salah satu staf BBWS Brantas via telp whatsapp, Jum'at, (19/01/2024).
Benarkah ambrolnya sejumlah titik plengsengan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Siman Kab Jombang Dan Kab Kediri (Tahap 5) Paket 1 dipicu minimnya bahan semen pada konstruksi? Lalu apa saja item pekerjaan selain pasangan batu? bersambung... (Dre)
Editor : suarapublik