suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pembangunan TPT di Desa Sukorejo Retak, Diduga Campuran Semen Kurang, Minta Diperiksa

suara-publik.com leaderboard

 

LAMONGAN, (suara-publik.com) - Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Desa Sukorejo, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan tahun anggaran 2023 lalu, menyisahkan masalah. Kuat dugaan, pelaksanaan pekerjaan tersebut dikerjakan asal-asalan, sehingga mengalami keretakan.

Pengamatan media ini di lapangan, Senin, (12/02/2024), menerangkan, bahwa pada saat melaksanakan pekerjaan ini, pihak rekanan tidak memasang papan pengumuman. Sehingga masyarakat untuk membantu memantau kegiatan itu terhambat.

Nampak hasil pembangunan TPT terlihat retak, bahkan mengalami ambrol. Padahal, proyek baru selesai di kerjakan akhir 2023 lalu.

"Saat kami lakukan pengamatan di lokasi pekerjaan, kontraktor pelaksana tak memasang papan nama (pengumuman). Artinya, dana yang di gunakan berapa kami tak tahu," terang media ini.

Informasi yang diperoleh media ini, bila proyek TPT tersebut menggunakan Dana Desa 2023. "Bila memang menggunakan Dana Desa maka Kepala Desa harus bertanggung jawab. Jangan main-main itu uang rakyat," tutur sumber warga sekitar.

Menurut warga sekitar, material batu yang digunakan serta spesimen diduga tidak sesuai bestek.

"Bahkan material batu yang digunakan untuk TPT tersebut juga diduga menggunakan batu berkualitas buruk dan untuk pengurukan bahu jalan juga terkesan asal-asalan dengan menggunakan batu besar," ungkapnya.

Dikonfirmasi Hery Susanto selaku Kepala Desa Sukorejo kepada suarapublik, terkait persoalan tersebut terkesan menyepelekan, karena yang yang penting sudah dikerjakan.

"Sing penting wis tak garap pak (yang penting suuda tak kerjakan pak)," ujar Hery yang terkesan arogan ini.

Menurut salah satu rekanan yang berdomisili di Gresik ini menegaskan, jika pekerjaan TPT sudah pecah, mustahil akan bisa diperbaiki hanya dengan menambal adukan semen kecuali dikerjakan ulang.

"Jadi perbaikan itu tentunya percuma karena hanya sementara saja, dan tidak lama pasti akan rusak kembali," katanya dengan tegas

Ia melanjutkan, karena rusaknya bangunan itu bukan karena faktor alam, maka pengerjaanya tidak sesuai dengan mekanisme yang ada.

"Sementara terkait material batu yang digunakan untuk pengurukan bahu jalan yang menggunakan batu besar itu tentunya tidak maksimal dan terkesan asal jadi," tambahnya

Ironisnya, menurut beberapa sumber kepada suarapublik menjelaskan, jika pengerjaan proyek tersebut terkesan hanya dijadikan sumber keuntungan oleh oknum-oknum yang terlibat dalam penanganan tanpa mempertimbangkan mutu dan kualitas bangunan.

Untuk itu, Koordinator Liputan suarapublik, Imam Safi'i meminta kepada aparat penegak hukum segera merespon pemberitaan ini. Dengan melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Desa Sukorejo dan perangkatnya.


"Kami berharap kepada Kejaksaan maupun Kepolisian agar bertindak tegas, untuk memanggil Kepala Desa Sukorejo dan bawahannya, terkait dengan penanganan proyek-proyek yang ada ada di Desa Sukorejo,"pinta Imam.

Tak hanya TPT, namun pembangunan sarana olahraga dekat kantor Desa Sukorejo juga di kerjakan asal-asalan, nampak sudah mengelupas.

"Lagi-lagi proyek dana Desa di Desa sukorejo sengaja tak memasang papan nama, agar tidak mudah terpantau. Indikasi kecurangan Kepala Desa Hery Susanto, sudah terlihat dari awal pelaksanaan kegiatan pembangunan tersebut.

"Anggaran untuk proyek sarana olah raga yang ada dipinggir kantor Desa Sukoharjo cuma Rp80 juta," kelit Kades Hery Susanto.

Padahal, informasi yang di peroleh suarapublik, bahwa proyek sarana olahraga itu menelann anggaran Rp100 juta. "Kemana yang Rp20 juta pak," namun Kades Hery diam seribu bahasa. bersambung....(tim)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper