DPO Polres Ogan Komering ILIR, di Tangkap Polsek Gubeng

suara-publik.com

SURABAYA-SUARA PUBLIK. Kendati sudah dipecat menjadi TNI saat berpangkat Kapten. Tatang Maulana (48), justru berulah dengan mengaku sebagai anggota TNI berpangkat Brigjen (Brigadir Jenderal). Bahkan, saat datang ke Surabaya, dia mengaku sebagai anggota BIN (Badan Intelijen Negara). Beruntung, kedok BIN gadungan ini terbongkar saat dirinya menginap di Hotel Narita, Jalan Barata Jaya, Surabaya untuk mengikuti sebuah acara amal.

Kecurigaan awal muncul dari anggota Kodim 0831 /ST yang saat itu turut mengamankan jalannya acara. Kecurigaan tersebut langsung ditanggapi pihak Komandan Kodim 0831 /ST, Letkol Inf Dodiet Lumwartono kemarin. Senin (06/06/2016) dini hari sekitar pukul 00.10 Wib, pihak Kodim berkoordinasi dengan Polsek Gubeng. Anggota dari Kodim 0831 /ST dan Polsek Gubeng langsung masuk ke pintu kamar 538. Setelah dibekuk dalam kamar, Dodiet mendapati bahwa Maulana merupakan anggota TNI yang sudah dipecat.

Maulana langsung digelandang ke Mapolsek Gubeng untuk dimintai keterangan. Selain itu, Maulana juga ditest urine untuk mencari bukti penyalahgunaan narkoba yang mungkin dilakukannya. Kapolsek Gubeng, Kompol Agus Bahari menyatakan, hingga semalam, Maulana masih berada di Mapolsek untuk dimintai keterangan. ''Yang pasti, hasil test urine yang kami lakukan, negatif. Rencananya, nanti pukul 24.00 Wib (semalam) akan dijemput rekan-rekan kepolisian dari Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan,'' ungkapnya.

Dari tangan Maulana, polisi menemukan dua kartu identitas. Satu diantaranya bertuliskan bahwa Tatang adalah anggota BIN berpangkat Kolonel Inf. Serta kartu identitas lain, bahwa Tatang berasal dari jalan Warakas, Jakarta Utara. ''Kami masih tindak lanjuti tentang dua kartu identitas ini,'' beber mantan Kapolsek Sawahan ini.

Kompol Agus menyebut, jika Maulana merupakan DPO dari Polres OKI. Maulana ditetapkan menjadi DPO atas kepemilikan senjata api (senpi) dan pemalsuan identitas. Namun sayang, pada saat disergap, senpi tersebut tidak dibawa Maulana. Hanya saja, dari tubuh Maulana, pihaknya mendapat kartu keanggotaan TNI (palsu) dan kartu keanggotaan BIN (palsu). "Ternyata, teman-teman Polres OKI mengatakan, bahwa senpinya sudah diamankan terlebih dahulu," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Kompol Agus. Perburuan terhadap Maulana ini sendiri, berawal dari tertangkapnya seorang pelaku oleh Polres OKI. Berdasarkan informasi Polres OKI, Maulana memiliki kelompok berjumlah 4 orang. Salah satunya diketahui merupakan PNS (pegawai negeri sipil) di OKI. "Yang pasti, pelaku (Maulana, red) ini, ke Surabaya untuk menghadiri sebuah acara amal yang diikuti banyak orang. Dan orang-orang di acara ini, sama sekali tidak tahu jika pelaku adalah TNI dan BIN gadungan," tandasnya.

Sementara itu, di Mapolsek Gubeng. Nada bicara (logat) Maulana terdengar bukan berasal dari Jawa. Maulana nampak linglung dan bingung. Dia terlihat mondar-mandir di ruang penyelidikan. ''Apa sekarang, saya sudah boleh pulang?" tanyanya singkat.(TOM)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru