SURABAYA-SUARA PUBLIK. Progam Kemensos dan Walikota Surabaya dalam menutup loklisasi di Surabaya tidak berhasil. Walau anggaran milyaran rupiah telah dikeluarkan untuk member saku buat Germo Dan PSK. Tetap saja banyak wisma dan germo yang kucing-kucing an membuka opersional bisnis lender mereka.
Kendati sering menjadi sasaran razia petugas, namun eks
Lokalisasi Komplek Wisma tetap saja 'ndablek', Wisma ini pun tetap saja buka
menerima tamu meskipun dibulan suci Ramadhan. Sore tadi (selasa, 15/06/2016),
giliran Satpol PP Kecamatan Benowo dibantu dari jajaran samping Polsek Benowo
mengobok-obok Wisma 88 dijalan Sememi Gg.1 Benowo Surabaya. Hasilnya, 6 orang
Perempuan yang diduga sebagai Pekerja seks Komersial berhasil diamankan.
Petugas gabungan dari Satpol PP Kecamatan Benowo dibantu dari jajaran polsek
Benowo langsung menggerebek ke dalam area Wisma 88 sekitar pukul 16.00 Wib.
Mereka pun langsung masuk dan memeriksa satu persatu kamar. Meski tidak
langsung dibuka oleh penghuni yang berada didalam wisma. Namun upaya petugas akhirnya membuahkan hasil.
Beberapa perempuan yang berdandan menor dan berpakaian sexy yang mendengar
suara ketukan petugas akhirnya membuka pintu. "Ayo, buka pintu dulu.
Langsung keluarkan identitas kalian," kata petugas.
Namun, sejumlah penghuni yang berada didalam spontan kaget dan tidak mengira
bahwa yang datang adalah Petugas Satpol PP dan Polisi. PSK tersebut akhirnya
berusaha menutup kembali pintu kamarnya. Namun usaha itu sia-sia. Sebab,
petugas juga mendorong pintu dan berhasil. Bahkan, ada seorang pria yang
memilih berlari ke luar dan kabur untuk menghindari petugas.
"Nah, ini dia. Sudah mbak. Jangan lari. Tidak akan kami apa-apakan. Nurut
saja. Ikut kita ke kantor Kecamatan Benowo untuk kami data," ucap petugas
Satpol PP berbadan gemuk ini.
Tidak sia-sia razia yang dilakukan petugas sore tadi. Sebanyak 6 orang
perempuan Pekerja seks komersial terjaring. Diantaranya, Rosa asal wijen
Malang, Intan Maya Wahyuni asal Kec.Wajak Malang, Nur Ajiati asal Lumajang, Idahyati
asal kedung Malang, Ana Yuliana asal Puce Trenggalek dan Buasih asal Krucil
Probolinggo. Mereka akhirnya dibawa ke kecamatan Benowo. Mereka langsung
didata dan selanjutnya dikirim ke Liponsos Keputih.
Sementara itu, Kamtibmas Satpol PP Kec.Benowo Joko Susilo mengatakan, razia ini
kita dilakukan untuk membrantas dan mencegah agar kegiatan di eks lokalisasi
khususnya di jalan Sememi Jaya Gg.1 bersih dari kegiatan prostitusi selama
bulan suci Ramadhan ini."Tegasnya.selasa(15/06).
Joko Susilo juga menambahkan, kegiatan razia seperti ini kita lakukan setiap hari
selama menjelang Ramadhan. Untuk ke 6 perempuan yang kita amankan tersebut,
selanjutnya kita kirim ke Liponsos keputih surabaya, agar mendapat pembinaan
yang layak."Tutupnya.(TOM)
Editor : Pak RW