Surabaya
- SUARA PUBLIK. Sesosok mayat yang mengambang di selokan pada Minggu
(17/5) siang gegerkan Warga Sidoyoso Simokerto. Jasad kaku tersebut belakangan
diketahui bernama Erwin Ardianto ( 39) warga Jalan Tenggumung Wetan
Surabaya.
Jenazah awalnya diketahui oleh Heri Nugroyono(52) yang tinggal di Jalan Sidoyoso Gg.9 No. 44 sekitar pukul 13.00 WIB. Saksi curiga dengan adanya sesuatu yang mengambang di selokan yang berada di depan rumahnya. Setelah diamati ternyata sebuah mayat laki-laki. Penemuan tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Simokerto.
Petugas Polsek bersama Inafis Polrestabes melakukan pengangkantan dan dilakukan pemeriksaan namun tak diketemukan identitas milik korban. Warga yang mengenali wajah korban mengatakan korban biasa berjualan bensin eceran. "Pria ini biasanya bawa jeriken dan sering terlihat di sekitar sini, " ujar Heri.
Awalnya korban ditemukan dengan ciri fisik berambut lurus pendek dengan kulit sawo matang, memakai celana panjang berwarnah coklat, dengan baju lengan pendek berwarna biru bermotif kotak-kotak dan tinggi badan 160 cm dengan berat 50 kilogram.
Kapolsek Simokerto Surabaya Kompol Herman Hosnol Fajar mengatakan saat itu pihaknya sempat kesusahan untuk mengidentifikasi jasad korban.
"Awalnya kami mendapat laporan dari warga pukul 14.00 WIB bahwa ditemukan jasad di selokan jalan tersebut. Tak selang beberapa lama jam kemudian, tepatnya pukul 16.00 WIB ada salah satu orang tua korban yang bernama Rokayah warga Jalan Tenggumung Wetan Surabaya, melaporkan atas jasad mayat anaknya tersebut di Mapolsek Simokerto Surabaya," imbuh Kapolsek .
Herman mengungkapkan korban awalnya biasa bekerja sebagai penjual bensin tak jauh dari tempat tinggalnya. Korban diketahui memiliki penyakit epilepsi atau ayan.
Diduga saat itu korban sedang mengalami kejang di jalan saat membeli bensin di SPBU untuk dijual kembali di rumahnya. Nahasnya ketika diperjalanan, sakit yang diderita korban sedang kambuh, hingga tercebur di selokan dan tidak ada satu orang pun yang tahu. Dan seketika itu warga baru tahunya mayat tersebut sudah terapung saja di selokan
"Dari keterangan orang tua korban, memang korban sempat mengalami sakit epilepsi yang dideritanya selama 20 tahun, tetapi baru delapan tahun ini korban diobatkan oleh orang tuanya," tutupnya.
Petugas saat itu melakukan evakuasi korban juga menemukan barang-barang milik korban yang diantaranya empat botol bensin berukuran satu liter, dua botol plastik tanggung berisikan bensin, satu jerigen plasrik ukuran lima liter isi bensin, sepasang sandal jepit warna biru dan uang milik korban sebesar Rp 98 ribu.
Saat ini korban dibawa oleh petugas dikamar mayat RS DR Soetomo Surabaya untuk dilakukan otopsi baik luar dan dalam.(TOM
Jenazah awalnya diketahui oleh Heri Nugroyono(52) yang tinggal di Jalan Sidoyoso Gg.9 No. 44 sekitar pukul 13.00 WIB. Saksi curiga dengan adanya sesuatu yang mengambang di selokan yang berada di depan rumahnya. Setelah diamati ternyata sebuah mayat laki-laki. Penemuan tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Simokerto.
Petugas Polsek bersama Inafis Polrestabes melakukan pengangkantan dan dilakukan pemeriksaan namun tak diketemukan identitas milik korban. Warga yang mengenali wajah korban mengatakan korban biasa berjualan bensin eceran. "Pria ini biasanya bawa jeriken dan sering terlihat di sekitar sini, " ujar Heri.
Awalnya korban ditemukan dengan ciri fisik berambut lurus pendek dengan kulit sawo matang, memakai celana panjang berwarnah coklat, dengan baju lengan pendek berwarna biru bermotif kotak-kotak dan tinggi badan 160 cm dengan berat 50 kilogram.
Kapolsek Simokerto Surabaya Kompol Herman Hosnol Fajar mengatakan saat itu pihaknya sempat kesusahan untuk mengidentifikasi jasad korban.
"Awalnya kami mendapat laporan dari warga pukul 14.00 WIB bahwa ditemukan jasad di selokan jalan tersebut. Tak selang beberapa lama jam kemudian, tepatnya pukul 16.00 WIB ada salah satu orang tua korban yang bernama Rokayah warga Jalan Tenggumung Wetan Surabaya, melaporkan atas jasad mayat anaknya tersebut di Mapolsek Simokerto Surabaya," imbuh Kapolsek .
Herman mengungkapkan korban awalnya biasa bekerja sebagai penjual bensin tak jauh dari tempat tinggalnya. Korban diketahui memiliki penyakit epilepsi atau ayan.
Diduga saat itu korban sedang mengalami kejang di jalan saat membeli bensin di SPBU untuk dijual kembali di rumahnya. Nahasnya ketika diperjalanan, sakit yang diderita korban sedang kambuh, hingga tercebur di selokan dan tidak ada satu orang pun yang tahu. Dan seketika itu warga baru tahunya mayat tersebut sudah terapung saja di selokan
"Dari keterangan orang tua korban, memang korban sempat mengalami sakit epilepsi yang dideritanya selama 20 tahun, tetapi baru delapan tahun ini korban diobatkan oleh orang tuanya," tutupnya.
Petugas saat itu melakukan evakuasi korban juga menemukan barang-barang milik korban yang diantaranya empat botol bensin berukuran satu liter, dua botol plastik tanggung berisikan bensin, satu jerigen plasrik ukuran lima liter isi bensin, sepasang sandal jepit warna biru dan uang milik korban sebesar Rp 98 ribu.
Saat ini korban dibawa oleh petugas dikamar mayat RS DR Soetomo Surabaya untuk dilakukan otopsi baik luar dan dalam.(TOM
Editor : Pak RW