Nekat, Perampokan di Siang Bolong di Kawasan Padat penduduk Kebangsren

suara-publik.com

SURABAYA - SUARA PUBLIK. Aksi perampokan menggemparkan warga di jalan Kebangsren. Perampok benar benar sangat profesional sebab, pelaku beraksi pada siang hari di jalan Kebangsren Gg.1 /25-A Surabaya. Rumah tersebut tempat tinggal Limiati Halim seorang perempuan berumur 76 tahun yang menjadi Korban perampokan.

Perampok tersebut  berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan dan 10 juta milik korban. Peristiwa itu terjadi Sabtu (30/07/2016) sekitar pukul 10.00 Wib. Keluarga korban baru melaporkan kejadian yang menimpanya ke polsek Genteng pada satu jam setelah kejadian Sebab, korban harus dipopong karena shock dan tidak sadarkan diri.

"Kejadiannya pada saat ibu saya berada di depan rumah sendiri terus datang tiga orang menawarkan barang penghemat daya Listrik. Saat ibu saya sedang berbinncang bincang dengan salah satu pelaku, kedua pelaku lainnya bergegas masuk kedalam rumah," kata Rudi, anak  korban siang tadi.

Rudi dan warga sekitar menduga, tersangka berjumlah tiga orang itu sepertinya sudah mengetahui kalau rumah korban dalam keadaan sepi. Sebab rumah ibu saya berjarak 300 meter dengan rumah saya. Sementara pelaku tidak membawa kendaran saat itu. Entah pakai mobil apa sepeda motor yang kemungkinan diparkir didepan gang. Sebab untuk masuk kesini harus jalan kaki mas soalnya gangnya sempit."Lanjut Rudi anak korban.

Saat korban masuk ke dalam rumah korban langsung histeris minta tolong, barulah sadar, kalau rumahnya tersebut dirampok. Warga pun semburat keluar rumah. Namun sayang, pelaku yang diperkirakan berjumlah tiga orang tersebut sudah kabur. Ibu saya langsung pingsan" beber Rudi.

Sementara, saat dikonformasi Kapolsek Genteng Komisaris Polisi (Kompol) Danny Yulianto membenarkan terkait kejadian pencurian ini. Lalu, anggotanya segera menuju lokasi dan memeriksa tempat kejadia perkara (TKP). Meski demikian, pihaknya masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi.

"masih melakukan proses lidik. Untuk dapat memastikan terkait kasus pencurian ini, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari para saksi dan olah TKP," tutur Kompol Danny Yulianto.

Ketika ditanya terkait kerugian korban, Danny menjawab masih belum dapat memastikan. Menurutnya, pihaknya masih menunggu korban untuk menunjukkan sertifikat atau surat emas.
"Untuk lebih pastinya berapa emas yang dicuri kami masih menunggu sertifikat atau surat emas dari korban," tandas mantan Kapolsek Jambangan ini.

Hingga siang, korban yang didampingi anaknnya masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Genteng. Kejadian di Jalan Kebangsren ini menambah daftar panjang aksi perampok jalanan yang beraksi di Kota Surabaya, khususnya di Pusat Kota Surabaya.(TOM)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru